Friday, December 26, 2014

Batik Tulis Solo yang Seksi dan Menggoda


Sebagai warisan budaya, batik memang tidak lekang oleh waktu. Sejak dulu hingga kini, batik tidak sebatas dijadikan kain pembalut tubuh. Namun, batik juga dianggap sebagai karya keanggunan perempuan yang tergambar lewat desain busana nan apik. Dibuat dengan cinta dan ketulusan, beragam batik tulis tanah air selalu bisa mempercantik tampilan.
Dengan bentuk masa kini, Melda Lauws merancang tiga evening gown berbahan batik tulis Solo yang begitu menggoda. Menurut dia, batik tidak melulu membosankan. Warna cokelat dan hitam yang sejatinya monoton nyatanya bisa disulap menjadi busana two-piece nan seksi.
Perempuan keturunan Atambua, Nusa Tenggara Timur, itu memadukan lace dengan batik tulis Solo dan Sutra Pekalongan. Tiga desain yang baru digarapnya tersebut mengusung tema Form of Love. ’’Batik itu kan pembuatannya sulit. Tapi, para pekerjanya ulet dan penuh cinta dalam menciptakan karya tersebut,’’ terang pemilik butik My Hola di Atom Mall itu.
Untuk bagian top, Melda menggunakan lace chantilly warna kulit bertabur bordir dan payet. Bordir tersebut dibuat tiga dimensi dengan pola bunga dari lace yang digunting bertumpuk. Agar tidak terkesan monoton, butiran payet pun dihadirkan untuk mengimbangi warna cokelat batik. ’’Saya pakai warna alam aja biar senada, tapi tetap keren,’’ papar perempuan yang sudah sembilan tahun berkreasi dengan batik tulis itu. Dua atasan tersebut dibuat dengan model crop top sleeveless. Sementara itu, yang lainnya diberi detail lengan yang menjuntai dan loose.
Sebaliknya, bawahannya dibuat simpel. ’’Batik itu dibuat dengan susah payah. Jadi, saya usahakan mempertahankan bentuk asli,’’ ujarnya. Dua skirt buatannya berbentuk sewek (kain jarik) modifikasi. Tidak ada pemotongan bahan atau penambahan material kain. Oleh Melda, dua bahan kain digabungkan menjadi satu rok dengan teknik lipit.
Cara tersebut sekaligus menimbulkan efek kerut dan bergelombang pada rok itu. Sementara itu, yang lain berbentuk circle skirt berbahan batik tulis Solo. ’’Di bagian dalam, saya tambah tile kaku biar ngembang,’’ kata perempuan yang mengerjakan tiap karyanya bersama sang ibu tercinta tersebut.

tokobatikmas.com

Tuesday, December 23, 2014

Batik dan Kota Kreatif Jadi Andalan Hadapi MEA 2015



Pemerintah Kota Pekalongan mengaku optimis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 mendatang. Sejumlah potensi unggulan yaitu batik dan diakuinya Kota Pekalongan menjadi kota kreatif dunia menjadi andalannya.
Walikota Pekalalongan, Basyir Ahmad mengatakan, optimisme tersebut diperkuat dengan beberapa potensi produk lokal yang bisa menjadi andalan.
Menurut Basyir, saat ini konsumen maupun pasar sudah mengenal pusatnya Kota Batik berada di Kota Pekalongan. Sehingga hal itu sudah bisa menjadi modal untuk tantangan di tahun 2015 mendatang.
Pertumbuhan ekonomi diwilayahnya yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, lebih tinggi dari Jawa Tengah maupun secara Nasional. Sehingga tentunya hal itu bisa membuktikan bahwa wilayah Kota Batik ini akan lebih banyak lagi dikenal investor.
Basyir optimis, di tahun – tahun mendatang, akan lebih banyak lagi para investor yang berdatangan ke Kota Batik, dengan salah satu sarana yang sudah ada yaitu pertumbahan hotel di Pekalongan yang semakin meningkat.

Saturday, December 13, 2014

Belanja Terlengkap & Terpercaya



Anda mau mencari Batik Murah & Trendy? Kami menyediakan aneka macam Batik Terbaru yang sangat
menarik dan variatif... Belanja pakaian di Griya Batik MAS bisa melayani grosir dan eceran. Selain itu,
kami juga menyediakan paket-paket Wisata dan Pelatihan Batik. Kami melayani pengiriman seluruh
Indonesia, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekalongan, Balikpapan, Pekanbaru, Makasar, Bali, dll.

Kelebihan Belanja di Griya Batik MAS :
1. Murah. Tentu saja karena harga yang kami tawarkan lebih murah dibanding Grosir lain.
    Beli Banyak Lebih Murah bahasa trendnya.
2. Mudah. Pastinya Mudah karena hanya cukup dengan melihat katalog di Facebook, Anda dapat memesan
    barang dari rumah melalui Facebook, email, SMS,  atau Telepon.
3. Hemat. Dengan berbelanja dari rumah anda telah menghemat biaya perjalanan, menghemat tenaga dan
    pikiran.
4. Lengkap. Dengan pelanggan kami yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, tentunya kami memberikan
    pelayanan yang lengkap.
5. Nyaman. Dengan tempat toko yang luas dan bersih, full AC, Musik, Musholla dan Toilet.

Tuesday, December 9, 2014

DIY akan Mematenkan Produk Batik Motif "Kepek"



Pemerintah Desa Kepek, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mematenkan produk batik motif "Kepek" dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian warga.
Kepala Desa Kepek Bambang Setiawan di Gunung Kidul, Selasa (9/12), mengatakan motif Kepek merupakan batik bergambar manding atau petai cina muda atau dalam istilah Jawa dikenal dengan "Kepek".
"Motif "Kepek" merupakan produk asli daerah kami," kata Bambang.
Ia mengatakan motif ini sudah diproduksi meski berskala kecil.
Nantinya setelah dipatenkan motif batik ini akan dikembangkan produksinya. Pelakunya ialah ibu rumah tangga dan masyarakat Desa Kepek yang berminat mengembangkan usaha batik.
"Nantinya akan ditingkatkan produksinya. Kami berharap, di Desa Kepek tumbuh industri batik sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan pengangguran berkurang,"
Bambang mengatakan pihaknya nantinya motif Kepek akan menjadi baju perangkat desa, dan lembaga yang berada di desa dan dusun. Hal ini untuk memotivasi masyarakat memproduksi dan mencintai produk karya desanya.
"Gerakan di lapanagan atau memberikan contoh kepada masyarakat untuk menggunkan batik jenis ini,".
Selain itu, kata Bambang, pihaknya akan meningkatkan sumber daya manusia, agar produksinya meningkat dan berkualitas. Untuk memaksimalkan pengenalan produk, Desa Kepek juga akan membuat show room yang rencananya akan dibuka dikomplek balai desa.
"Keberadaan show room akan memiliki efek domino, yakni mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat,".
Sementara itu, Ketua Paguyuban Batik Desa Kepek Guntur Susilo mengatakan berbagai pelatihan yang melibatkan pihak ketiga sudah dilakukan secara berkesinambungan. Masyarakat kini telah memproduksi batik motif Kepek ini di rumah masing-masing.


Nama Batik Lasem selama ini tenggelam dan kalah jauh dengan batik khas Pekalongan maupun khas Solo.
Padahal batik Lasem tidak kalah dalam segi pembuatan mapun kualitasnya.
Harga batik Lasem yang terbilang mahal membuat sejumlah perajin batik di kota lain mencoba meniru.
Agar tidak tertipu, Kasubag Perencanaan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Tri Handayani memberi tips cara membedakan batik Lasem dengan batik lain.
"Batik Lasem itu batik tulis. Kalau ada yang diprinting meski motifnya khas, bisa dipastikan itu bukan batik Lasem," ungkapnya.
Harga batik Lasem berkisar antara Rp 700 ribu sampai lebih dari Rp 1 juta.
Kain batik yang memiliki motif batik klasik memiliki harga termahal.
"Warna batik Lasem juga khas. Terutama warna biru dan merah. Warna merah itu mirip darah ayam sehingga sering disebut abang getih pitik," ujar Tri.
Warna-warna kain batik Lasem juga lebih berani. Itu sebabnya, pembatik mengandalkan warna dari bahan kimia untuk mendapat warna khas.

BULE beli baju batik



Sebuah gambar orang asing mengenakan batik yang biasa dipakai Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) beredar di situs jejaring sosial, terutama Facebook. Dia memang bangga pakai batik Korpri atau salah beli ya?

Foto ini diunggah pertama kali oleh akun Facebook atas nama Maruli Gading Manurung pada 4 Desember lalu. Hingga Rabu, 10 Desember 2014, foto ini sudah di-share 172 kali.

Dalam gambar, tampak seorang pria asing berpose dengan batik Korpri lengan panjang. Senyum lebar tersungging di bibir bule itu. Tak diketahui pasti, nama dan lokasi foto ini diambil.

Di latar belakang foto, tampak beberapa toko berjejer, seperti Club Casanova dan Mickey Hair. Tiga pria asing pun tampak bercengkerama di belakang si bule 'korpri.'

Monday, December 8, 2014

Batik dan Perikanan Dominan Serap Naker



Ada dua jenis usaha yang mendominasi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penyumbang terbesar datang dari usaha batik dan perikanan. Sehingga dua usaha itu, mampu menyerap banyak tenaga kerja (naker).
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinperindagkop Kabupaten Rembang Sarjono.
Dia menjelaskan, sektor perikanan terutama usaha budidaya udang yang pelaku usahanya terus meningkat setiap tahun. ”Peningkatan ini terjadi sejak empat tahun belakangan,” ungkapnya di kantornya kemarin.
Agar usaha tersebut tetap eksis, Dinperindagkop memperhatikan serius agar meningkat baik jumlah produksi maupun kualitasnya. Di antara yang dilakukan, pemberian pembinaan setiap tahunnya. Selain itu, ada pelatihan dan workshop kepada pelaku usaha baik yang baru maupun lama.
Pelatihan tersebut menyajikan materi kewirausahaan, manajemen usaha, serta pengusaha diajak study banding. Dalam pelaksanannya, turut menggandeng lembaga lain. Di antaranya bersama FEDEP yang telah menjadi rekan kerja sembilan klaster industri yang telah terbentuk. ”Lembaga pendampingan itu sangat berperan dalam mengusahakan bantuan permodalan dari pemerintah provinsi,”.
Di antatara akses permodalan, lanjutnya, para pengusaha memperoleh kredit usaha rakyat (KUR) yang secara simultan disalurkan oleh pemerintah melalui kementerian terkait. Bentuknya, pinjaman lunak dengan bunga rendah berjangka waktu pengembalian tiga tahun disalurkan secara variable. Nominalnya antara Rp 10 juta hingga Rp 500 juta, bergantung dengan agunan yang dijaminkan pemohon.
”Tahun lalu tercatat ada 11.304 pelaku usaha menerima kucuran dana dan tahun ini giliran 51.316 pelaku usaha yang mendapatkan,”

Wednesday, December 3, 2014

BAJU BATIK KULIT DURIAN



Kulit durian dan produk agrikultur lainnya harus dipromosikan sebagai bahan baku untuk membuat busana nasional, seperti baju Batik. Demikian dikatakan Menteri Agrikultur dan Industri Pertanian Malaysia Sabri bin Yaakob, pekan lalu.
Kantor berita Xinhua, Minggu, 30 November 2014, menyebut bahwa tanaman dapat digunakan untuk membuat baju Batik, yang memiliki pola indah dan ramah lingkungan. Universitas Teknologi MARA, kata Sabri, telah memulai penelitian.
Dia menambahkan, kulit durian dan mangga juga dapat digunakan untuk bahan baku baju nasional. Sabri berharap lebih banyak universitas dan institusi swasta di Malaysia, bisa turut melakukan penelitian serupa.
Malaysia yang menganggap Batik sebagai pakaian nasionalnya, telah mewajibkan semua pegawai pemerintah untuk menggunakan Batik setiap hari Kamis. Peraturan itu dikeluarkan Dirjen Departemen Layanan Publik, Tan Sri Ismail Adam, pada 15 Januari 2008.
Sementara Indonesia, yang juga menjadikan Batik sebagai pakaian nasional, menetapkan Hari Batik Nasional setelah UNESCO mengakui Batik sebagai warisan budaya dunia, pada 2 Oktober 2009. Kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden No 33 Tahun 2009.

Monday, December 1, 2014

Selamat NATAL dan TAHUN BARU 2015

 MENYAMBUT NATAL DAN TAHUN BARU 2015
 



Selamat berjumpa untuk para sahabat pecinta batik Indonesia!
Sebentar lagi kita akan sampai di penghujung tahun 2014. Berarti juga tidak lama lagi kita akan merayakan Hari Natal dan kemudian Tahun Baru 2015.
Bagaimana persiapan para sahabat untuk menyambut Natal 2014 dan sekaligus Tahun Baru 2015 nanti? Persiapan secara rohani pasti sudah dilakukan (kalau belum segera aja ya..hihihi..), lalu bagaimana dengan persiapan secara fisik? Apakah sudah diplanning juga busana apa yang akan dipakai saat menghadiri perayaan Natal & Tahun Baru 2015 nanti?
Urusan busana, pasti sahabat sudah paham benar. Tapi bagi para sahabat yang masih bingung atau belum punya rencana,kami menawarkan busana batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru besok. Agar sahabat semakin percaya diri dengan penampilan, dan sekaligus ingin menunjukkan kecintaan terhadap busana produk asli Bangsa ini, kami sampaikan aneka batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2015.
Berbagai motif, warna dan model terbaru busana-busana batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru telah kami siapkan bagi Anda para sahabat yang ingin tampil cantik (dan ganteng), elegan namun terkesan tidak norak (sederhana). Karena memang batik adalah produk budaya tradisional, namun sudah mendunia. Beberapa model baju batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru kali ini yang kami tawarkan adalah : model blouse (baju atasan), dress, hem dan model couple (pasangan), dll. Berbagai ukuran juga kami sediakan, hingga ukuran besar.
Warna-warna batik terbaru kami didominasi warna-warna pastel yang sangat manis dan sedap dipandang mata.
Bila berkenan kami persilahkan para sahabat untuk berbelanja di tempat kami di Griya Batik MAS. Sudah banyak pembeli yang memberikan testimony kepuasan setelah membeli busana batik dari tempat kami. Karena selain pas dan enak dipakai, modelnya up to date, harganya murah, kualitasnya tinggi dan proses pembeliannya sangat mudah.
Karena itu silahkan, monggo dibuktikan diborong tuh busana-busana batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru dari Griya Batik MAS.
Bila Sahabat ingin pesan (mau eceran maupun dalam jumlah banyak tetap kami layani dengan baik), atau membutuhkan informasi, silahkan hubungi kami via BBM (PIN :
29B6ECA6) atau sms ke No.HP : 089665145591, atau email ke : lacoste_coy@yahoo.com.
Demikian para sahabat pecinta batik sekedar informasi mengenai produk-produk kami, khususnya produk batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru nanti.
Akhirnya kami ucapkan Selamat Merayakan Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 bagi sahabat yang merayakan. Terima kasih karena telah mampir ke lapak kami Griya Batik MAS..!!!
Semoga berkenan dan Tuhan Memberkati.

Be Someone Who Seeks Comfort And Style