Friday, December 26, 2014

Batik Tulis Solo yang Seksi dan Menggoda


Sebagai warisan budaya, batik memang tidak lekang oleh waktu. Sejak dulu hingga kini, batik tidak sebatas dijadikan kain pembalut tubuh. Namun, batik juga dianggap sebagai karya keanggunan perempuan yang tergambar lewat desain busana nan apik. Dibuat dengan cinta dan ketulusan, beragam batik tulis tanah air selalu bisa mempercantik tampilan.
Dengan bentuk masa kini, Melda Lauws merancang tiga evening gown berbahan batik tulis Solo yang begitu menggoda. Menurut dia, batik tidak melulu membosankan. Warna cokelat dan hitam yang sejatinya monoton nyatanya bisa disulap menjadi busana two-piece nan seksi.
Perempuan keturunan Atambua, Nusa Tenggara Timur, itu memadukan lace dengan batik tulis Solo dan Sutra Pekalongan. Tiga desain yang baru digarapnya tersebut mengusung tema Form of Love. ’’Batik itu kan pembuatannya sulit. Tapi, para pekerjanya ulet dan penuh cinta dalam menciptakan karya tersebut,’’ terang pemilik butik My Hola di Atom Mall itu.
Untuk bagian top, Melda menggunakan lace chantilly warna kulit bertabur bordir dan payet. Bordir tersebut dibuat tiga dimensi dengan pola bunga dari lace yang digunting bertumpuk. Agar tidak terkesan monoton, butiran payet pun dihadirkan untuk mengimbangi warna cokelat batik. ’’Saya pakai warna alam aja biar senada, tapi tetap keren,’’ papar perempuan yang sudah sembilan tahun berkreasi dengan batik tulis itu. Dua atasan tersebut dibuat dengan model crop top sleeveless. Sementara itu, yang lainnya diberi detail lengan yang menjuntai dan loose.
Sebaliknya, bawahannya dibuat simpel. ’’Batik itu dibuat dengan susah payah. Jadi, saya usahakan mempertahankan bentuk asli,’’ ujarnya. Dua skirt buatannya berbentuk sewek (kain jarik) modifikasi. Tidak ada pemotongan bahan atau penambahan material kain. Oleh Melda, dua bahan kain digabungkan menjadi satu rok dengan teknik lipit.
Cara tersebut sekaligus menimbulkan efek kerut dan bergelombang pada rok itu. Sementara itu, yang lain berbentuk circle skirt berbahan batik tulis Solo. ’’Di bagian dalam, saya tambah tile kaku biar ngembang,’’ kata perempuan yang mengerjakan tiap karyanya bersama sang ibu tercinta tersebut.

tokobatikmas.com

Tuesday, December 23, 2014

Batik dan Kota Kreatif Jadi Andalan Hadapi MEA 2015



Pemerintah Kota Pekalongan mengaku optimis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 mendatang. Sejumlah potensi unggulan yaitu batik dan diakuinya Kota Pekalongan menjadi kota kreatif dunia menjadi andalannya.
Walikota Pekalalongan, Basyir Ahmad mengatakan, optimisme tersebut diperkuat dengan beberapa potensi produk lokal yang bisa menjadi andalan.
Menurut Basyir, saat ini konsumen maupun pasar sudah mengenal pusatnya Kota Batik berada di Kota Pekalongan. Sehingga hal itu sudah bisa menjadi modal untuk tantangan di tahun 2015 mendatang.
Pertumbuhan ekonomi diwilayahnya yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, lebih tinggi dari Jawa Tengah maupun secara Nasional. Sehingga tentunya hal itu bisa membuktikan bahwa wilayah Kota Batik ini akan lebih banyak lagi dikenal investor.
Basyir optimis, di tahun – tahun mendatang, akan lebih banyak lagi para investor yang berdatangan ke Kota Batik, dengan salah satu sarana yang sudah ada yaitu pertumbahan hotel di Pekalongan yang semakin meningkat.

Saturday, December 13, 2014

Belanja Terlengkap & Terpercaya



Anda mau mencari Batik Murah & Trendy? Kami menyediakan aneka macam Batik Terbaru yang sangat
menarik dan variatif... Belanja pakaian di Griya Batik MAS bisa melayani grosir dan eceran. Selain itu,
kami juga menyediakan paket-paket Wisata dan Pelatihan Batik. Kami melayani pengiriman seluruh
Indonesia, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekalongan, Balikpapan, Pekanbaru, Makasar, Bali, dll.

Kelebihan Belanja di Griya Batik MAS :
1. Murah. Tentu saja karena harga yang kami tawarkan lebih murah dibanding Grosir lain.
    Beli Banyak Lebih Murah bahasa trendnya.
2. Mudah. Pastinya Mudah karena hanya cukup dengan melihat katalog di Facebook, Anda dapat memesan
    barang dari rumah melalui Facebook, email, SMS,  atau Telepon.
3. Hemat. Dengan berbelanja dari rumah anda telah menghemat biaya perjalanan, menghemat tenaga dan
    pikiran.
4. Lengkap. Dengan pelanggan kami yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, tentunya kami memberikan
    pelayanan yang lengkap.
5. Nyaman. Dengan tempat toko yang luas dan bersih, full AC, Musik, Musholla dan Toilet.

Tuesday, December 9, 2014

DIY akan Mematenkan Produk Batik Motif "Kepek"



Pemerintah Desa Kepek, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mematenkan produk batik motif "Kepek" dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian warga.
Kepala Desa Kepek Bambang Setiawan di Gunung Kidul, Selasa (9/12), mengatakan motif Kepek merupakan batik bergambar manding atau petai cina muda atau dalam istilah Jawa dikenal dengan "Kepek".
"Motif "Kepek" merupakan produk asli daerah kami," kata Bambang.
Ia mengatakan motif ini sudah diproduksi meski berskala kecil.
Nantinya setelah dipatenkan motif batik ini akan dikembangkan produksinya. Pelakunya ialah ibu rumah tangga dan masyarakat Desa Kepek yang berminat mengembangkan usaha batik.
"Nantinya akan ditingkatkan produksinya. Kami berharap, di Desa Kepek tumbuh industri batik sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan pengangguran berkurang,"
Bambang mengatakan pihaknya nantinya motif Kepek akan menjadi baju perangkat desa, dan lembaga yang berada di desa dan dusun. Hal ini untuk memotivasi masyarakat memproduksi dan mencintai produk karya desanya.
"Gerakan di lapanagan atau memberikan contoh kepada masyarakat untuk menggunkan batik jenis ini,".
Selain itu, kata Bambang, pihaknya akan meningkatkan sumber daya manusia, agar produksinya meningkat dan berkualitas. Untuk memaksimalkan pengenalan produk, Desa Kepek juga akan membuat show room yang rencananya akan dibuka dikomplek balai desa.
"Keberadaan show room akan memiliki efek domino, yakni mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat,".
Sementara itu, Ketua Paguyuban Batik Desa Kepek Guntur Susilo mengatakan berbagai pelatihan yang melibatkan pihak ketiga sudah dilakukan secara berkesinambungan. Masyarakat kini telah memproduksi batik motif Kepek ini di rumah masing-masing.


Nama Batik Lasem selama ini tenggelam dan kalah jauh dengan batik khas Pekalongan maupun khas Solo.
Padahal batik Lasem tidak kalah dalam segi pembuatan mapun kualitasnya.
Harga batik Lasem yang terbilang mahal membuat sejumlah perajin batik di kota lain mencoba meniru.
Agar tidak tertipu, Kasubag Perencanaan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Tri Handayani memberi tips cara membedakan batik Lasem dengan batik lain.
"Batik Lasem itu batik tulis. Kalau ada yang diprinting meski motifnya khas, bisa dipastikan itu bukan batik Lasem," ungkapnya.
Harga batik Lasem berkisar antara Rp 700 ribu sampai lebih dari Rp 1 juta.
Kain batik yang memiliki motif batik klasik memiliki harga termahal.
"Warna batik Lasem juga khas. Terutama warna biru dan merah. Warna merah itu mirip darah ayam sehingga sering disebut abang getih pitik," ujar Tri.
Warna-warna kain batik Lasem juga lebih berani. Itu sebabnya, pembatik mengandalkan warna dari bahan kimia untuk mendapat warna khas.

BULE beli baju batik



Sebuah gambar orang asing mengenakan batik yang biasa dipakai Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) beredar di situs jejaring sosial, terutama Facebook. Dia memang bangga pakai batik Korpri atau salah beli ya?

Foto ini diunggah pertama kali oleh akun Facebook atas nama Maruli Gading Manurung pada 4 Desember lalu. Hingga Rabu, 10 Desember 2014, foto ini sudah di-share 172 kali.

Dalam gambar, tampak seorang pria asing berpose dengan batik Korpri lengan panjang. Senyum lebar tersungging di bibir bule itu. Tak diketahui pasti, nama dan lokasi foto ini diambil.

Di latar belakang foto, tampak beberapa toko berjejer, seperti Club Casanova dan Mickey Hair. Tiga pria asing pun tampak bercengkerama di belakang si bule 'korpri.'

Monday, December 8, 2014

Batik dan Perikanan Dominan Serap Naker



Ada dua jenis usaha yang mendominasi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penyumbang terbesar datang dari usaha batik dan perikanan. Sehingga dua usaha itu, mampu menyerap banyak tenaga kerja (naker).
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinperindagkop Kabupaten Rembang Sarjono.
Dia menjelaskan, sektor perikanan terutama usaha budidaya udang yang pelaku usahanya terus meningkat setiap tahun. ”Peningkatan ini terjadi sejak empat tahun belakangan,” ungkapnya di kantornya kemarin.
Agar usaha tersebut tetap eksis, Dinperindagkop memperhatikan serius agar meningkat baik jumlah produksi maupun kualitasnya. Di antara yang dilakukan, pemberian pembinaan setiap tahunnya. Selain itu, ada pelatihan dan workshop kepada pelaku usaha baik yang baru maupun lama.
Pelatihan tersebut menyajikan materi kewirausahaan, manajemen usaha, serta pengusaha diajak study banding. Dalam pelaksanannya, turut menggandeng lembaga lain. Di antaranya bersama FEDEP yang telah menjadi rekan kerja sembilan klaster industri yang telah terbentuk. ”Lembaga pendampingan itu sangat berperan dalam mengusahakan bantuan permodalan dari pemerintah provinsi,”.
Di antatara akses permodalan, lanjutnya, para pengusaha memperoleh kredit usaha rakyat (KUR) yang secara simultan disalurkan oleh pemerintah melalui kementerian terkait. Bentuknya, pinjaman lunak dengan bunga rendah berjangka waktu pengembalian tiga tahun disalurkan secara variable. Nominalnya antara Rp 10 juta hingga Rp 500 juta, bergantung dengan agunan yang dijaminkan pemohon.
”Tahun lalu tercatat ada 11.304 pelaku usaha menerima kucuran dana dan tahun ini giliran 51.316 pelaku usaha yang mendapatkan,”

Wednesday, December 3, 2014

BAJU BATIK KULIT DURIAN



Kulit durian dan produk agrikultur lainnya harus dipromosikan sebagai bahan baku untuk membuat busana nasional, seperti baju Batik. Demikian dikatakan Menteri Agrikultur dan Industri Pertanian Malaysia Sabri bin Yaakob, pekan lalu.
Kantor berita Xinhua, Minggu, 30 November 2014, menyebut bahwa tanaman dapat digunakan untuk membuat baju Batik, yang memiliki pola indah dan ramah lingkungan. Universitas Teknologi MARA, kata Sabri, telah memulai penelitian.
Dia menambahkan, kulit durian dan mangga juga dapat digunakan untuk bahan baku baju nasional. Sabri berharap lebih banyak universitas dan institusi swasta di Malaysia, bisa turut melakukan penelitian serupa.
Malaysia yang menganggap Batik sebagai pakaian nasionalnya, telah mewajibkan semua pegawai pemerintah untuk menggunakan Batik setiap hari Kamis. Peraturan itu dikeluarkan Dirjen Departemen Layanan Publik, Tan Sri Ismail Adam, pada 15 Januari 2008.
Sementara Indonesia, yang juga menjadikan Batik sebagai pakaian nasional, menetapkan Hari Batik Nasional setelah UNESCO mengakui Batik sebagai warisan budaya dunia, pada 2 Oktober 2009. Kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden No 33 Tahun 2009.

Monday, December 1, 2014

Selamat NATAL dan TAHUN BARU 2015

 MENYAMBUT NATAL DAN TAHUN BARU 2015
 



Selamat berjumpa untuk para sahabat pecinta batik Indonesia!
Sebentar lagi kita akan sampai di penghujung tahun 2014. Berarti juga tidak lama lagi kita akan merayakan Hari Natal dan kemudian Tahun Baru 2015.
Bagaimana persiapan para sahabat untuk menyambut Natal 2014 dan sekaligus Tahun Baru 2015 nanti? Persiapan secara rohani pasti sudah dilakukan (kalau belum segera aja ya..hihihi..), lalu bagaimana dengan persiapan secara fisik? Apakah sudah diplanning juga busana apa yang akan dipakai saat menghadiri perayaan Natal & Tahun Baru 2015 nanti?
Urusan busana, pasti sahabat sudah paham benar. Tapi bagi para sahabat yang masih bingung atau belum punya rencana,kami menawarkan busana batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru besok. Agar sahabat semakin percaya diri dengan penampilan, dan sekaligus ingin menunjukkan kecintaan terhadap busana produk asli Bangsa ini, kami sampaikan aneka batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2015.
Berbagai motif, warna dan model terbaru busana-busana batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru telah kami siapkan bagi Anda para sahabat yang ingin tampil cantik (dan ganteng), elegan namun terkesan tidak norak (sederhana). Karena memang batik adalah produk budaya tradisional, namun sudah mendunia. Beberapa model baju batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru kali ini yang kami tawarkan adalah : model blouse (baju atasan), dress, hem dan model couple (pasangan), dll. Berbagai ukuran juga kami sediakan, hingga ukuran besar.
Warna-warna batik terbaru kami didominasi warna-warna pastel yang sangat manis dan sedap dipandang mata.
Bila berkenan kami persilahkan para sahabat untuk berbelanja di tempat kami di Griya Batik MAS. Sudah banyak pembeli yang memberikan testimony kepuasan setelah membeli busana batik dari tempat kami. Karena selain pas dan enak dipakai, modelnya up to date, harganya murah, kualitasnya tinggi dan proses pembeliannya sangat mudah.
Karena itu silahkan, monggo dibuktikan diborong tuh busana-busana batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru dari Griya Batik MAS.
Bila Sahabat ingin pesan (mau eceran maupun dalam jumlah banyak tetap kami layani dengan baik), atau membutuhkan informasi, silahkan hubungi kami via BBM (PIN :
29B6ECA6) atau sms ke No.HP : 089665145591, atau email ke : lacoste_coy@yahoo.com.
Demikian para sahabat pecinta batik sekedar informasi mengenai produk-produk kami, khususnya produk batik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru nanti.
Akhirnya kami ucapkan Selamat Merayakan Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 bagi sahabat yang merayakan. Terima kasih karena telah mampir ke lapak kami Griya Batik MAS..!!!
Semoga berkenan dan Tuhan Memberkati.

Saturday, November 22, 2014

Perayaan Natal Tahun 2014 akan Bernuansa Batik



Perayaan Hari Natal 2014 bagi umat Kristiani se-Kota Pekalongan rencananya digelar secara serentak pada 5 Desember mendatang, dipusatkan di Atrium Hall, Kota Pekalongan. Direncanakan, perayaan natal tersebut akan penuh dengan nuansa serba batik.
Harapannya, dengan begitu bisa turut mengangkat potensi Kota Pekalongan yang selama ini terkenal akan batiknya.
“Nanti semua ornamen di dalam ruangan tempat perayaan Natal itu serba batik. Pohon natalnya kita buat dari kain batik. Jemaat yang hadir juga diharapkan semuanya memakai batik,” kata Ketua Panitia Perayaan Natal Kota Pekalongan Tahun 2014.
Dia menuturkan, perayaan Natal dengan mengusung tema ‘Berjumpa dengan Allah dalam keluarga’ itu, akan diisi berbagai rangkaian acara. Kegiatan tersebut akan melibatkan sekitar seribu jemaat dari 17 gereja Kristen dan satu gereja Katholik di Kota Pekalongan. Rangkaian acara akan dimulai pukul 17.00 sampai selesai.
“Akan ada renungan Natal yang akan dipimpin oleh pendeta Budiono Joeng MTh dari Jakarta. Perayaan tersebut akan dihadiri sekitar seribu umat Kristiani se-Kota Pekalongan,”.
“Selain misa, akan ditampilkan berbagai kesenian tradisional Kota Pekalongan. Termasuk, kesenian tionghoa,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, saat ini panitia sudah menyosialisasikan kegiatan perayaan Natal itu ke 17 gereja Kristen dan satu gereja Katholik di Kota Pekalongan.
“Harapan kita, pada 5 Desember itu semua umat Kristen tumplek blek di gedung Atrium tersebut. Kapasitas gedung bisa menampung sekitar dua ribu orang,”.
David menambahkan, panitia juga mengundang unsur Muspida di Kota Pekalongan, tokoh masyarakat, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk bisa hadir pada acara tersebut

Sunday, November 16, 2014

Motif Batik Baru di Bazaar Fashion Festival



Batik tidak melulu dikenal dengan motif-motif klasik, seperti parang dan sawunggaling. Beberapa desainer kini merancang batik dengan motif baru. Sebut saja Nonita Respati dari Purana Batik, Iwet Ramadhan dan Erica Lisani dari Tikprive, serta Bai Sumarlono dari Populo, label lokal yang belakangan juga merambah batik pada gelaran Neo Batik di Bazaar Fashion Festival.

“Saya mengambil motif batik dari tegel-tegel kuno di rumah saudagar-saudagar kaya di pesisir Jawa,” ujar Nonita Respati di Jakarta Convention Center akhir pekan lalu. Noni mengambil motif flora yang terukir pada tegel di rumah saudagar keturunan Tionghoa.

Ada rasa peranakan pada koleksi berupa gaun dan blus dari sutera Thailand dengan warna merah, kuning muda, biru, dan hijau muda yang diperagakan pada runway. Meski berasal dari ubin kuno, rancangannya tidak serta-merta menjadi jadul. Sebaliknya, Noni membuat gaun-gaun yang menarik untuk dilihat dan blus yang bisa digunakan untuk bekerja ataupun acara santai.

Pendekatan berbeda soal konsep Neo Batik dilakukan oleh Tikprive. “Kami menggunakan batik karya Bapak Hanafi dari Pekalongan,” kata Iwet Ramadhan. Batik-batik itu dikerjakan di atas denim sehingga menjadi pakaian yang lebih modern.

Konsep batik pada denim sendiri sebenarnya bukan hal baru. Denim-denim bercorak flora itu jadi terlihat sangat 90-an. Apalagi ditambah dengan iringan lagu Bebas karya rapper Iwa K. Belum cukup, ada penutup kepala berwarna putih ala rapper yang membuat para penonton benar-benar terbawa pada nostalgia masa 90-an.

Bai Sumarlono dari Populo justru membuat batik dengan motif klasik yang banyak dikenal di Barat. Mulai dari geometri segitiga hingga motif gigi anjing dan tulang ikan herring. Populo—yang juga memasuki usia dua dekade tahun ini—membuatnya menjadi sangat urban.

Wednesday, November 12, 2014

Masa Depan Batik Cerah bila Masyarakat Suka Berpakaian Batik



Presiden SBY mendorong seluruh masyarakat ikut aktif mewartakan keunggulan budaya Nusantara kepada dunia. Seperti batik, nasi goreng, angklung, wayang, kopi luwak dan ratusan lainnya yang sangat khas Indonesia.
"Semua harus jadi duta bangsa. Wartakan kepada dunia tentang keindahan, keunikan dan kekhasan Indonesia," seru Presiden SBY saat membuka Word Summit Batik.
Menjadi duta, artinya tidak hanya mengagumi dan mencintai karya budaya bangsa. Contohnya batik, maka kecintaan tersebut harus diwujudkan dengan mengenakan batik setiap ada kesempatan.
"Ada perbedaannya antara cinta dengan suka memakai batik. Kalau suka memakai batik, masa depan batik di negeri kita akan cerah," ujar SBY.
Presiden mengaku sangat gemar mengenakan pakaian batik. Pada setiap kesempatan bertemu para pemimpin negara sahabat baik di dalam dan luar negeri, dirinya pun sering memberikan cendera mata berupa batik.
"Letakkan batik sebagai sarana untuk diplomasi dan membangun persahabatan dengan negara sahabat. Meski batik ada di banyak negara, tapi batik Indonesia khas dan indah. Saat bangsa lain ingat batik, maka dia ingat Indonesia ," sambung SBY.
"Amerika dikenal dengan Coca Cola dan Hollywood. Turki dengan Blue Mosque. Singapura dengan logo singa. Indonesia punya banyak yang khas. Ada keris, wayang, batik, angklung, Raja Ampat, Toba, Borobudur, kopi luwak, nasi goreng dan ratusan lagi," imbuh SBY.
World Batik Summit berlangsung sampai 2 Oktober 2011. Acara ini diisi denga konferensi tentang batik yang diikuti peserta dari 11 negara dan pameran batik oleh 350 pengusaha kecil menengah.

Monday, November 10, 2014

Seniman batik tampilkan keindahan Indonesia di Swiss



Seniman batik Indonesia asal Pekalongan, Sapuan, menampilkan pembuatan proses batik pada pentas seni budaya bertajuk "The Beauty of Indonesia" atau Keindahan dari Indonesia di Zurich, Swiss, akhir pekan lalu.
Acara yang digelar Persatuan Indonesia Swiss "Verein Indonesia Schweiz (VIS)" menampilkan Dewa Ruci A mans Journey to find the meaning of life", kata Pensosbud KBRI Bren Rizka Desinta.
Menurut Sapuan, masyarakat Jawa pada masa lalu mengekspresikan perasaan pada karya batik.
Di balik karya cipta Batik-batik ciptaan Sapuan tersimpan cerita tersendiri yang filosofis.
Batik karya Sapuan tersebut tidak terbatas pada motif-motif yang sudah ada seperti parang rusak atau truntum, kebanyakan karyanya merupakan suatu cerita yang utuh baik kisah legenda ataupun keadaan masa kini dengan permainan warna-warna berani.
Selain demonstrasi batik, acara "Beauty of Indonesia," juga menghadirkan persembahan tari nusantara, tari gelang ro'om, dan tari jaipong.
Acara yang didukung KBRI Bern ditujukan sebagai malam penggalangan dana bagi Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ) menampilkan model-model yang berhasil mengatasi penyakit kanker payudara dengan memperagakan koleksi Alleira Batik, Reny Feby Jewellry dan Inafest.
Sebagian dari penjualan tiket masuk dan sumbangan pengunjung disumbangkan kepada yayasan Pita Pink YKPJ untuk meringankan penderita kanker payudara.
"The Beauty of Indonesia" dihadiri sekitar 200 pengunjung, yang terdiri dari warga Swiss dan Indonesia.
Selain dihibur dengan penampilan penari dan model penonton juga dibuai dengan unplugged music grup AMA Acoustic, yang beranggotakan tiga orang warga Indonesia di Swiss.

Saturday, November 8, 2014

Ekspor Batik Meningkat






Permintaan ekspor batik semakin meningkat hingga 40 persen dengan tujuan ke negara seperti Amerika, Eropa, dan berbagai negara lain di Asia.

Wednesday, November 5, 2014

Sepanjang Sejarah, Baru Kali Ini Pelantikan Kabinet Pakai Batik




Kabinet Kerja di bawah pimpinan Presiden Jokowi dilantik hari ini. Presiden Jokowi meminta dress code batik untuk pelantikan menterinya. Tercatat sepanjang sejarah, baru kali ini pelantikan kabinet menteri memakai dress code batik.

Menurut penelusuran detikcom, sejak era Presiden pertama, Soekarno, pelantikan kabinet selalu mengenakan pakaian formal yaitu setelan kemeja, celana, jas dan dasi. Hal ini tampak dalam foto dokumentasi Kabinet Presidensial, kabinet pertama di bawah Presiden Soekarno yang dilantik setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Dalam foto dokumentasi Kabinet Presidensial itu, Presiden Soekarno tampak memakai baju safari putih yang menjadi ciri khasnya, begitu juga Wapres M Hatta. Ada yang mengenakan kemeja biasa dan berdasi, ada pula yang memadukan kemeja, jas plus celana pendek.

Sedangkan untuk Kabinet Pembangunan di bawah Presiden Soeharto, para menteri yang dilantik memakai setelan jas untuk menteri pria, sedangkan menteri perempuan memakai kebaya, kain dan tatanan rambut bersanggul. Dress code ini tidak berubah kendati presiden telah berganti ke BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Gebrakan tak biasa tentang dress code ini dilakukan Presiden Jokowi. Sejak hari kedua dia dilantik menjadi presiden, Jokowi menerima tamu pemimpin negara asing seperti PM Singapura Lee Hsien Loong dan PM Malaysia Najib Razak, dengan mengenakan kemeja putih polos. Tanpa setelan jas. Sedangkan malamnya, Presiden Jokowi menerima kepala negara PM Australia Tony Abbott dan Menlu AS John Kerry, mengenakan batik lengan panjang.

Dress code baju putih ini juga wajib saat Presiden Jokowi mengumumkan dan memperkenalkan menteri-menterinya. Tak cuma baju putih, lengan kemeja putih itu juga dilinting.

"Itu permintaan Pak Jokowi, agar menteri bekerja sesuai dengan presidennya. Simboliknya, baju putih lengan digulung," kata mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto di halaman Istana Negara, Jakarta.

"Bahwa ini adalah kabinet kerja, pakaian yang dipakai menunjukan simbolik," tambah Andi.

Sedangkan untuk pelantikan kabinet pagi ini, Presiden Jokowi meminta para menterinya mengenakan batik. Hingga siang ini, menjelang pelantikan, para menterui memakai batik lengan panjang, celana panjang, plus peci. Sedangkan menteri perempuan juga memakai blus batik, namun ada juga yang mengenakan kebaya dan kain seperti Susi Pudjiastuti.

Sunday, November 2, 2014

Pusat Belanja Batik yang NYAMAN










Salah satu toko batik di Pekalongan yang asyik dan nyaman untuk dikunjungi adalah Griya Batik MAS yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim Kampoeng Batik Kauman. Griya Batik MAS menjadi alternatif tempat berbelanja baju batik, khususnya untuk masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Dengan tempat toko yang nyaman, bersih, full AC dan parkir yang luas memudahkan pengunjung dalam berbelanja.
Jika Anda berkunjung ke Griya Batik MAS, yang akan pertama kali Anda temukan adalah kenyamanan dan pelayanan yang ramah. Lahan Parkir yang luas dan tertib akan membuat Anda merasa nyaman dan tenang saat masuk pusat perbelanjaan ini. Selain itu, ketika Anda masuk melihat-lihat produk aneka macam batik yang ditawarkan atau belanja, Anda akan merasa nyaman dan aman juga disini. Griya Batik MAS selain sebagai pusat perbelanjaan baju batik juga menyediakan accecories/souvenir batik seperti dompet batik, sepatu batik, tas batik, dan lain sebagainya.
Bagi Anda yang ingin liburan di isi dengan pengalaman membuat Batik dan ingin belanja batik, Silahkan berkunjung di tempat kami ya.

Tuesday, October 28, 2014

Rekor Batik Terpanjang

Pewarna alami pada batik bawa dampak positif ekonomi dan lingkungan



Penelitih lingkungan mengungkapkan bahwa pengunaan pewarna alami dalam industri batik, yang merupakan mahakarya Indonesia dengan nilai budaya yang tinggi, membawa dampak positif baik dari segi ekonomi maupun dari segi lingkungan.

Hal itu diungkapkan Elzavira Felaza, dari Teknik Lingkungan UI dalam paparannya pada hajatan tahunan PPI UK yang mengelar pertemuan ilmiah Indonesian Scholar International Convention (ISIC) membahas kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan Asean Economic Community (AEC) di Oxford, Inggris, akhir pekan.

Mengikuti Indonesian Scholars International Convention 2014, Elzavira Felaza kepada Antara London, Rabu mengatakan bahwa merupakan pengalaman yang sangat berharga dan juga pengalaman pertama dalam menulis hasil penelitihan serta mempresentasikan di Inggris.

Pada pertemuan ilmiah pelajar Indonesia yang dibuka Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Hamzah Thayeb, Elzavira Felaza menyampaikan hasil penelitihannya yang berjudul Konservasi alam Indonesia dan budaya melalui pemberdayaan teknologi adat di UKM industri kreatif.

Dikatakannya alam dan budaya merupakan potensi unik yang dapat optimalkan oleh Indonesia untuk menghadapi tantangan pasar global. Berdasarkan data dari BPS di tahun 2013, UKM berkontribusi 56 persen dari Gross Domestic Product (GDP) Indonesia.

Menurut Elzavira Felaza, salah satu jenis dari UKM yang memiliki pengaruh besar di Indonesia adalah UKM industri kreatif batik. Penggunaan pewarna alami dalam industri batik membawa dampak positif baik dari segi ekonomi maupun dari segi lingkungan.

UKM batik ramah lingkungan yang menggunakan bahan dari pewarna alami merupakan salah satu cara untuk menjaga alam dan juga budaya. Ditambah lagi dengan peluang Indonesia dari segi keanekaragaman hayati, dimana saat ini terdapat 150 jenis flora di Indonesia yang memiliki potensi menjadi sumber zat pewarna alami.

Untuk memahami proses tradisional batik dan juga pewarna alami yang digunakan, penelitian telah dilakukan dengan studi kasus di salah satu UKM batik di Yogyakarta, ujarnya.

Batik dengan proses pembuatan tradisional dan penggunaan pewarna alam akan menghasilkan keuntungan, yaitu nilai jual yang lebih tinggi karena keunikan budaya dan bahan yang ramah lingkungan akan lebih menarik bagi pasar global yang saat ini juga menaruh fokus pada industri ramah lingkungan.

Untuk optimalisasi usaha ini, diperlukan kolaborasi dari berbagai sektor, seperti perdagangan, pertanian serta pendidikan dan budaya. Dari sektor perdagangan dapat membuat regulasi terkait dengan pemberian label pada batik tradisional dengan pewarna alami sehingga pasar akan lebih memahaminya.

Sektor pertanian dapat membantu penanaman dari sumber zat pewarna alami tersebut, karena usaha ini bukan tentang menghabiskan sumber daya alami Indonesia, namun mengoptimalkan penggunaannya dengan tujuan budidaya.

Sektor pendidikan dan budaya dapat membantu dengan memberikan lebih banyak edukasi terkait dengan nilai budaya dari batik kepada masyarakat Indonesia dan juga global, sehingga masyarakat akan lebih memahami dan menghargai nilai budaya batik tersebut.

Dikatakannya dengan usaha ini maka diharapkan Indonesia dapat menjaga alam, budaya dan juga dapat bersaing dengan baik di pasar bebas ASEAN dan AEC.

Elzavira Felaza mengakui mengikuti Indonesian Scholars International Convention 2014 merupakan pengalaman yang sangat berharga baginya . "Sejujurnya, ini merupakan pengalaman pertama saya dalam menulis paper apalagi mempresentasikan paper dengan Bahasa Inggris," ujar Elzavira Felaza.

"I feel honoured to be presenting my paper in Oxford and to win the best presenter, well... I didn't see it coming and I didn't even think I had it in me," ujar Elzavira Felaza yang menyampaikan kesan kesan dalam mengikuti ISIC 2014.

Diakuinyan banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil dalam mengikuti kegiatan ini, baik saat acara maupun saat penelitian. Pada saat penelitian narasumber memberikan banyak inspirasi dan diharapankannya hasil penelitihannya akan terwujud dan bisa membawa ide unik dan ramah lingkungan dari usaha yang telah dilakukan untuk dipresentasikan di konferensi.

Menurut Elzavira Felaza, seluruh presenter dan juga speakers dalam conference ini memberikan banyak inspirasi dan diharap output dari konferensi ini benar-benar dapat digunakan untuk membantu Indonesia menghadapi pasar global.

Wednesday, October 22, 2014

Branding Pekalongan Lebih Baik dari Yogyakarta



Penatapan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia atau  Badan Kerajinan Dunia atau The World’s Batik City oleh World Craft Council (WCC) yang penobatanya dilakukan di Zhejiang, Tiongkok, rupanya mendapat perhatian dari Walikota Pekalongan HM Basyir Ahmad. Wajar saja, mengingat jauh-jauh hari Kota Pekalongan telah mendeklarasikan diri sebagi World’s City of Batik.
Tidak hanya itu, di Pekalongan juga terdapat beberapa ikon yang menegaskan klaim tersebut, sebut saja Museum Batik Nasional dan acara tahunan Pekan Batik Nusantara dan Pekan Batik International. Disisi lain, industri batik juga menggerakkan lebih dari 1000 keluarga untuk bertahan hidup. Industri ini sendiri sudah ada turun temurun dari generasi ke generasi.
Meski demikian, Walikota Pekalongan, HM Basyir Ahmad mengatakan bahwa penetapan tersebut tidak menjadi masalah. Justru menurutnya Pekalongan dan Yogyakarta Bisa maju bersama sebagai Kota Batik. Namun walikota yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2015 itu mengklaim bahwa branding Kota Pekalongan masih lebih baik dari Kota Yogyakarta.
“Tidak apa-apa Kota Yogyakarta menjadi Kota Batik. yang penting kita bisa maju bersama, yang baik dari jogja bisa kita ambil begitupun sebaliknya. Namun kita semua tahu branding Kota Pekalongan masih lebih baik dari Kota Yogyakarta sebagai Kota Batik, hal ini dikarenakan Image Pekalongan sebagai Kota Batik sudah sangat kuat,”.
Namun memang, menurut Basyir, asal sejarah batik di Pekalongan juga tidak terlepas dari Batik Yogyakarta dan solo, sehingga penetapan Kota Yogyakarta sebagai World’s City of Batik akan didukung.
“Pengalaman-pengalaman Kota Yogyakarta sebagai Kota batik akan kami ambil untuk kemajuan, namun semua tahu Kota Batik Dunia di Indonesia itu adalah Kota Pekalongan,”tegas Basyir.
Sebelumnya, Badan Kerajinan Dunia atau World Craft Council (WCC) menobatkan Yogyakarta sebagai The World’s Batik City. Seperti diberitakan ANTARA. Pada perayaan ulang tahun WCC ke-50 yang digelar 18-24 Oktober 2014 di Zhejiang, Tiongkok tersebut Yogyakarta terpilih menjadi Kota Batik Dunia setelah dinominasikan pada Agustus silam.
Badan Kerajinan Dunia atau World Craft Council (WCC) adalah  lembaga non-profit yang didirikan tahun 1964 yang memiliki perhatian untuk mempromosikan dan memperkuat kedudukan karya-karya kerajinan dan budaya khas dari berbagai negara.
Badan Kerajinan Dunia yang berkedudukan di Beijing, Tiongkok juga memiliki perhatian untuk member masukan dan mendorong pengembangan hasil budaya dan kerajinan melalui inovasi teknologi untuk memperluas pasar.

Monday, October 20, 2014

Herawati Boediono Bantu Suku Baduy dalam Membatik & Menenun





"Undangan ini merupakan suatu kehormatan bagi Banten untuk terus mengembangkan kerajinan tenun baduy dan juga batik Banten," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno, melalui BlackBerry Messenger-nya.

Selain didampingi oleh Rano Karno, 11 orang suku Baduy yang mendapat bantuan alat membatik dari Dekranasda juga didampingi oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, dan tokoh adat baduy luar, Jaro Daina.

Bantuan yang diberikan kepada para pengrajin batik dan tenun baduy tersebut di antaranya adalah bahan benang tenun, kain mori, canting serta bahan pewarna alam. Selain itu, perwakilan pengrajin tenun baduy juga menerima bantun berupa kebutuhan pokok sehari-hari.
Kepala Desa di Baduy Luar, Jaro Daina, juga ikut serta dalam pemberian peralatan membatik dan bantuan sembako. "Banten memiliki beragam potensi daerah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus dikembangkan, seperti gerabah, kerajinan kulit buaya serta batik Banten," terangnya.

Menurut Jaro Daina saat ini ada sekitar lebih dari 200 pengrajin tenun Baduy yang tersebar di sejumlah dusun. Sebagian Bahan-bahan tenun diperoleh dari luar Baduy, contohnya dari Majalaya-Bandung.

"Bagi masyarakat kami, kegiatan menenun ini hanya sampingan sehingga produksinya masih terbatas," kata Jaro Daina saat di konfirmasi melalui sambungan seluler milik Rano Karno.

Puluhan pelajar di Solo ikut lomba desain batik



Puluhan pelajar dan mahasiswa di Kota Solo antusias mengikuti lomba desain batik, di Kampung Batik Laweyan, Sabtu (11/10). Lomba tersebut selain dalam rangka memperingati Hari Batik Sedunia, juga memperingati Dies Natalis Universitas Batik Solo.

Batik yang dikagumi banyak bangsa dan ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (master pieces of the oral and intangible of humanity)
oleh Unesco 2 Oktober 2009 lalu sempat dikhawatirkan berbagai kalangan terkait kelestariannya. Di Solo hal tersebut tak berlaku. Puluhan remaja terlihat antusias, tak hanya saat belajar membatik, tetapi juga saat berlomba membuat desain motif terbaru.

Meski masih berseragam sekolah para remaja yang didominasi kaum hawa ini tak canggung untuk memegang canting, meniup hingga menorehkan karyanya di selembar kain mori.

Yogya resmi dinobatkan Kota Batik Dunia

Yogya resmi dinobatkan Kota Batik Dunia



Daerah Istimewa Yogyakarta dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia, oleh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council/WCC), pada peringatan 50 tahun organisasi tersebut di Dongyang, Provinsi Zhejiang, China pada 18-23 Oktober 2014.

Penghargaan diserahkan Presiden WCC Wang Shan kepada HRH GKR Pembanyun.

Batik sebagai karya tradisional Indonesia, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Yogyakarta. Selain memiliki nilai seni tinggi serta sejarah tak ternilai, batik juga telah mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat Kota Gudeg tersebut.

Thursday, October 9, 2014

Wapres Dukung Pengrajin Batik


Wapres RI, Boediono bersama isteri didampingi Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad melihat karya batik, dalam acara PBN 2014.


Wakil Presiden (Wapres) RI, Prof DR Boediono MEc mengajak Pemprof Jateng, Pemkab maupun Pemkot untuk menjembatani para pengrajin batik tingkat UKM dengan pengusaha batik bermodal besar. Dengan begitu, akan terjadi keseimbangan. Karena pengusaha kecil akan ditarik untuk bisa menjadi usaha skala besar.
Demikian ia sampaikan saat meresmikan pembukaan Pekan Batik Nusantara (PBN) 2014 di Kawasan Budaya Jetayu, Kota Pekalongan.
Boediono mengatakan, saat ini batik sudah menjadi komoditi ekonomi, tidak hanya menjadi ikon budaya. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan perhatian khusus.
“Pemerintah, mulai dari pusat, provinsi, hingga pemerintah Kota dan kabupaten harus mencari celah-celah untuk menjembatani agar usaha batik tidak hanya didominasi oleh pemodal besar, namun juga harus memperhatikan keberlangsungan ekonomi pada pengrajin-pengrajin kecil,”ucapnya.
Pria yang akan resmi mengakhiri jabatannya sebagai Wapres pada 20 Oktober mendatang ini, juga mengingatkan kepada para generasi muda pengrajin batik, untuk bisa peka menangkap keinginan konsumen supaya produk batik tetap punya daya tarik untuk dibeli.
“Generasi muda perajin batik harus bisa menangkap konsumen dengan melakukan desain dan motif batik yang lebih menarik. Dengan kepekaan membaca keinginan konsumen, maka produk baik punya nilai tambah,” pesannya.
Tak lupa, Boediono mengingatkan kepada para pengrajin batik untuk bisa memajukan dunia perbatikan dari aspek nilai seni maupun teknologi. Dari aspek seni, pesan dia, pengrajin harus mampu meningkatkan inovasi, dan kreativitasnya agar corak dan motif batik tetap diminati konsumen.
“Sisi seni Cina, Arab, Jepang, dan Belanda bisa dipadukan dengan karya seni batik Pekalongan agar mempunya nilai tambah. Pekalongan sebagai kota batik, kami nilai mampu melakukan perpaduan menjadi seni batik,” tuturnya.
Sementara dari aspek teknologi, imbuh Wapres, pemprov maupun pemkab/pemkot harus bisa mencarikan celah-celah peralatan agar kerajinan batik tidak mudah rusak.

Akrab dengan Batik
Dalam kesempatan tersebut, Boediono mengaku sudah akrab mengenal batik sejak kecil. Di tempat tinggalnya semasa kecil, Kabupaten Tulung Agung, Boediono kecil sudah pandai untuk membedakan jenis-jenis batik dan jenis-jenis mori bahan baku batik. Hal ini, ia dapatkan dari kakeknya yang juga seorang pengrajin dan pedagang batik.
“Saya sudah mengenal batik sejak kecil,karena kakek saya dulu adalah seorang pengrajin dan pedagang batik. Bahkan dulu saya bisa membedakan antara mori Primissima dan mori prima, serta bisa membedakan jenis batik Solo, batik Jogja, hingga batik Tulung Agung,”lanjutnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan, bahwa pemerintah Jawa Tengah mengajak daerah kota dan kabupaten lain untuk mengambangkan batik sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing.
“Kami mengajak daerah lain agar bisa mengangkat batik ciri khas daerah masing-masing. Karena batik kini selain memiliki nilai budaya juga memiliki nilai ekonomi yang bisa menyejahterakan rakyat,”ujarnya.
Untuk itu, lanjut Heru, mulai dari pegawai pemerintah baik Provinsi atau Kabupaten dan Kota harus menggunakan baju batik pada hari-hari tertentu, agar batik tidak hanya menjadi komoditi. Namun juga menjadi nafas kehidupan budaya kita sehari-hari.
Setelah acara pembukaan di lapangan Jetayu, Wapres bersama Herawati Boediono didampingi Walikota Pekalongan, Hm Basyir Ahmad bersama Ketua DPRD, Balqis Diab, mengunjungi stand-stand batik di Gor Jetayu dan berdialog dengan pemilik Stand.

Monday, October 6, 2014

Pertunjukkan Seni Tiga Etnis Meriahkan PBN

Pertunjukkan Seni Tiga Etnis Meriahkan PBN


Pertunjukkan seni yang akan melibatkan tiga etnis berbeda. Masing-masing etnis Jawa, Arab dan Tionghoa akan memeriahkan rangkaian acara Pekan Batik Nusantara pada Rabu mendatang. Rencananya, pertunjukan seni oleh tiga etnis tersebut akan menampilkan Tari Kidang Kencana, dan Tari Garuda Jetayu sekaligus dipadukan dengan kisah dan tari Ramayana yang ditampilkan sebagai background diiringi oleh alunan khas Jawa yaitu gamelan. Penampilan seni tiga etnis itu ditampilkan oleh Paguyuban Seni Budaya Jawa, Rahayu Raras, berkolaborasi dengan Paguyuban Seni Karawitan Ibu Pertiwi. “Kami targetkan enam kali latihan, ini tinggal dua kali lagi untuk menyempurnakan. Semoga kami bisa menampilkan yang terbaik,” tutur Ketua Paguyuban Rahayu Raras.
Bersatunya tiga etnis yang ada di Kota Pekalongan dalam satu panggung seni, bukan kali ini saja terjadi. Dikatakan Karya Budiman, mereka sudah sering tampil dalam berbagai event terutama yang digelar Pemkot Pekalongan. Dalam PBN nanti, mereka dijadwalkan tampil pada hari pertama atau Rabu malam.
Uniknya lagi, seluruh pemain yang akan tampil dalam pertunjukkan tiga etnis itu, hampir seluruhnya bukan merupakan pelaku seni. Mereka justru terdiri dari masyarakat biasa yang mempunyai beragam profesi. Meski begitu, hampir seluruhnya mempunyai semangat tinggi untuk menampilkan yang terbaik. “Kendalanya mereka tidak ada dasar seni sama sekali, jadi berlatih dari nol. Makanya kami berlatih sesering mungkin. Sesekali, kami juga mengundang pelatih khusus dari Solo. Kami juga didukung penuh oleh Pemkot Pekalonmgan karena tujuan kami satu, bersama untuk nguri-nguri budaya daerah. Sehingga kami berharap masyarakat bisa ikut menyaksikan pertunjukkan ini dan bersama untuk nguri-nguri budaya kita,” ucap pria yang juga anggota DPRD Kota Pekalongan tersebut. Sementara itu, Kabid Pariwisata pada Dishubparbud, Sigit Mursito menambahkan, selain pertunjukkan seni tiga etnis, dalam PBN nanti juga akan tampil puluhan pertunjukkan seni lainnya seperti tari sufi, tari kreasi dari siswa SMP Kota Pekalongan, tari bambangan cakil, karoncongan dan pertunjukkan lain.
Tak hanya dari Kota Pekalongan saja, sejumlah daerah juga sudah mendaftarkan diri untuk ikut menampilkan keseniannya selama gelaran PBN mendatang. “Untuk pertunjukkan seni tiga etnis ini, dijadwalkan tampil di hari pertama pada malam harinya. Setelah siang pembukaan, malam hari akan ada pertunjukkan seni yang salah satunya diisi oleh penampilan seni tiga etnis ini,” tuturnya.
Dalam PBN, dikatakan Sigit, pihaknya memang selalu memberikan kesempatan kepada pelaku seni, khususnya dalam kota, untuk ikut menampilkan aksi dan kreasinya. Selain demi memeriahkan event PBN, pertunjukkan seni tersebut juga sebagai upaya untuk melestarikan berbagai seni dan budaya lokal.

Wednesday, September 24, 2014

Pekembangan Batik dari Masa ke Masa

PENDAHULUAN
Batik merupakan seni kerajinan dari masyarakat Indonesia sejak abad ke-13. Kini batik telah menjadi fenomena di indonsia. Batik  menglamiprkembangan dari masa ke masa yang sangat kompleks. Misalnya dari segi sejarah, politik, ekonomi, teknologi, dan kebudayaan bangsa Indonesia.
Batik bagi bangsa Indonesia mempunyai nilai yang sangat besar. Pemakaian batik dapat menunjukkan status dari yang mengenakannya. Pada jaman kerajaan batik dipakai oleh kalangan penguasa, kerajaan, atau keraton. Tetapi seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman batik sudah merambah ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia, bahkan sampai mancanegara hingga ke Eropa , Australia, Asia, Afrika, dan Amerika. Umumnya batik di ekspor dalam bentuk kain panjang, kemeja, dan busana wanita. Banyak pula di pasarkan dalam wujud sprai ,sarung bantal, dan taplak meja. Sebagai produk busana, perkembangan batik tidak lepas dari tren mode (perkembangan pasar saat ini).
Tidak mengherankan jika batik mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik menyangkut pola hiasan, warna, dan coraknya. Motif batik tradisional yang di dominasi  oleh lukisan binatang dan tanaman sempat bergeser pada motif abstrak seperti awan, relief candi, dan wayang. Namun semua batik yang kini terus mengalami perkembangan tetapi tetap bertumpu pada pakem tradisional.
Pengrajin batik di Indonesia sangat masih memegang teguh warisan leluhur dalam membuat batik, walaupun sekarang di Indonesia sangat masih memegang teguh warisa leluhur dalam membuat batik, walaupun sekarang ini di dunia marak menggunakan teknologi batik print. Pengrajin batik tradisional masih tekun mengoreskancantingnyakeselembarkain. Meskipun  teknologi modern sudah dapat meniru hasilnya, bahkan batik cap ataupun print yang berkwalitas sangat mirip dengan batik hasil goresannya.
PEMBAHASAN
A.Pengertian Batik
Istilah batik berasal dari kosa kata bahasa jawa ,yaitu amba dan titik . Amba berarti kain, dan titiKadalah cara member i motif pada kain menggunakan malam cair dengan  dengan cara di titik- titik. Cara membuat pada dasarnya adalah menutup permukaan kain dengan malam cair ( wax) agar ketika di celup ke dalam cairan pewarna ,kain yang tertutup malam tersebut tidak tertutup warna  teknik seperti ini dalam bahasa inggris di kenal dengan nama wax-resist dyeing.Jika proses membuat motif batik dilakukan  dengan cara  “di tulis” menggunakan alat yang di sebut canting, maka batik tersebut di namakan  batik tulis. Ada juga jenis  yang pembuatan motifnya menggunakan alat cetak khusus  yang terbuat dari logam dan motif-motif tertentu. Batik yang  di buat dengan cara ini mirip dengan stempel atau cap. Batik yang di buat  seperti  ini  di sebut  sebagai batk cap atau batik stempel.
   A. Batik Tulis
Gambar

B.     Batik Cap
Gambar

B.Sejarah Perkembangan Batik Indonesia
Batik di kenal oleh nenek moyang sejak abad ke 13, pada saat itu batik masih ditulis atau di lukis di atas daun lontar. Pada saat itu motif batiknyapun masih sangat sederhana  yaitu motif binatang dan tanaman. Semakin lama batikpun mengalami  perkembangan dari lukisan binatang dan tanaman menjadi motif abstrak yang mnyerupai wayang, relief candi, dan lain sebagaiannya. Akhirnya berkembanglah seni batik tulis  seperti  saat ini. Namun corak dan variasinya dari batik sangat di pengaruhi oleh budaya masing masing daerah.
Membatik Pada Daun Lontar
Gambar

       Awalnya ,batik di kerjakan hanya sebatas di dalam lingkungan keraton saja. Namun,karenabayak dari pengikut kerajaan yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini di bawa keluar keraton dan di kerjakan di rumah masing-masing. Tidak lama kemudian, kesenian batik ini banyak di tiru oleh orang–orangterdekat para pengikut raja, dan selanjutnya  meluas menjadi pekerjaan kaum wanita untuk mengisi waktu luang. Maka batik yang awalnya hanya di gunakan oleh raja dan keluarganya , menjadi pakaian yang banyak digemari ,baik wanita maupun pria.
Semula batik hanya di buat  di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari  kapas yang dinamakan kain mori. Namun dewasa ini ( era modern) , batik yang sudah menjadi  kain tradisional Indonesia juga di buat di atas bahan lain,sepertisutra, polyester, rayon, dan bahan sintetis lainnya. Di samping itu cara pembuatannya juga banyak mengalami perubahan. Selain batik tulis( yaitu batik yang motif batiknya di bentuk dengan tangan), kini juga ada batik cap,batik printing(missal,ataumengguinakan mesin cetak otomatis),batik painting,dansablon.
Diluar teknik yang telah di sebutkan di atas, juga teknik pembuatan batik dengan cara mngecatkan langsung pewarnaan pada kain menggunakan kuas untuk membuat motif atau citra-citra tertentu. Bahkan, belakangan ini ada juga beberapa orang yang mencoba memperkenalkan cara membuat batik dengan cara menyemprotkan langsung tinta ke kain menggunakan alat yang di sebut air brush. Biasanya,motif-motif pop dan konterporer.
C. Batik pada Jaman Kerajaan
Secara historis, batik sangat erat hubungannya dengan Kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan islam di jawa pada masa dahulu. Pengembangan batik dengan gencar berlangsung di masa kerajaan Mataram pada tahun 1600-1700. Pada kurun waktu itulah batik meluas ke seantero jawa. Untuk keperluan upacara dan busana bangsawan, para seniman keraton menciptakan brbagai macam motif batik. Kemudian, keraton Solo dan Yogyakarta  selaku penerus Mataram , mulai memperkaya motif batik warisan leluhurnya. Pada masa itu,batik yang di hasilkan kebanyakan batik tulis. Sedangkan batik cap baru di kenal setelah Perang Dunia I selesai atau sekitar tahun 1920-an.
            Batik Jaman Kerajaan
Gambar

D.Batik di Masa Kini
Batik masa kini sudah  banyak mengalami perkembangan. Sekarang, sering kali kita menyaksikan anak muda menggunakan batik untuk ke sekolah, kampus, bahkan untuk ke pesta.
Dengan semakin berkembangnya tren kehidupan ini, aneka desain baju batik semakin popular dan beragam, seperti baby doll, balon, kerut, dan lainnya. Tidak salah jika terdapat sebuah pernyataan bahwa dalam setiap lemari pakaian orang Indonesia dapat di pastikan terdapat kain baik di dalamnya.
Batik untuk Sekolah
Gambar
  Batik untuk Kuliah
Gambar

 Batik untuk Pesta
Gambar

 Batik untuk Acara Resmi
Gambar

F.  Perkembangan batik menurut ciri suatu daerah.
A. Batik Cirebon
Kota Cirebon secara geografis terletak di pinggir pantai sehingga banyak di datangi oleh tamu asing, seperti cina yang telah mempengaruhi pola batik Cirebon , di daerah Cirebon juga terdapat sebuah  tradisi kesultanan  yang sangat mempengaruhi pola batik tersebut. Sehingga dari dua kebudayaan seni ini melahirkan motif-motif batik simbol yang tidak nampak   secara jelas gaya kesultanan maupun gaya Cina. Batik Cirebon juga di pengaruhi oleh agama Hindhu, Buddha, dan kebudayaan Islam yang di bawa oleh para wali atau Sunan. Pakaian batik juga sering digunakan untuk pelaksanaan upacara keagamaan sehingga tidak nampak perbedaan kelas sosial. Dengan demikian menghilangkan jenis-jenis  pakaian khusus buat bangsawan maupun rakyat jelata.
   Motif Batik Cirebon
Gambar

B. Batik Pekalongan
 Batik Pekalongan mempunyai ciri-ciri  gambar bunga-bunga yang terang, daun, dan ranting, serta burung yang berwarna mencolok. Dulu pedagang Cina berlabuh ke pantai pesirPekalongan sangat memberikan pengaruh terhadap corak batik Pekalongan.  Batik cina identik dengan warna-warna yang mencolok dan berlambang hewan purba serta huruf Cina yang mempengaruhi corak batik dari batik Pekalongan.
Motif Batik Pekalongan
Gambar

C. Batik Solo
Batik Solo sangat di pengaruhi oleh adat istiadat dari keraton, sehingga  motifnya menggambarkan kesopanan, kelembutan, dan  ketenangan. Batik Solo sangat di percaya oleh masyarakat sebagai barang yang memiliki kekuatan magis. Pemakaian batik Solo disesuaikan dengan derajatnya, karena seorang akan terangkat karismanya manakala menggunakan batik tersebut.
Motif Batik Solo
Gambar

D. Batik Yogja
Secara sosial batik Yogja hampir mempunyai kemiripan dengan batik Solo. Kesultanan Yogya sangat mempengaruhi perkembangan batik di daerahnya. Motif batik yang di ciptakan oleh kesultanan bertujuan untuk kepentingan politik, yaitu agar terjadi keharmonisan kehidupan dalam masyarakat. Motif batik tidak menimbulkan gejolak sosial  dan membawa ketenangan bagi masyarakatnya. Hal tersebut sangat membantu dalam mengkokohkan situasi dari kerajaan. Dengan demikian tidak mudah untuk mnggoyahkan kedudukan sultan serta kekuasaan sultan.
Motif batik Yogya  diilhami dari kejiwaan masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Dahulu kekuasaan bersumber dari kekuatan magis biasanya di hubungkan dengan kekuatan alam seperti awan di langit, matahari bersinar terang, rembulan bersinar  redup, laut kidul dan gelobangdahsyat, pusaka-pusaka keramat, dan masih banyak  yang lainnya. Materi itulah yang dijadikan bahan inspirasi untuk motif batik yang beraroma magis.
Namun seiring berjalannya waktu tejadi proses akulturasi, namun tidak menggeser  derajat gelar kebangsawanan keraton. Hal tersebut tetap di perhatikan dalam mendominasi jiwa dan karakteristik batik motif batik Yogja yang memiliki tradisi yang melekat. Pada umumnya batik Yogya tidak ada ruang yang kosong. Hal ini menggambarkan begitu eratnya kehidupan social bagi masyarakat Yogya.
Motif Batik Yogja
Gambar

E. Batik klaten
     Berbeda dengan batik Yogya dan Solo, batik Klaten tidak di pengaruhi oleh kehidupan dari keraton maupun dari kesunanan. Motif batik Klaten sangat di pengaruhi oleh gaya campuran dari Solo dan Yogya karena letak Klaten yang berada tengah antara kedua kota tersebut. Namun, batik klaten didominasi dengan motif batik yang berasal dari rakyat bawah. Sehingga motif batik klaten lebih mencerminkan suasana bersahaja seprti kehidupan , petani, daun padi yang hijau, dan suasana alam pedesaan motifnyaini sangat menonjol pada batik Klaten.
Motif Batik Klaten
Gambar

F. Batik Madura
    Motif batik Madura sangat kontras. Adat keraton di Madura banyak menimbulkan pengaruh terhadap motif dan warna batik yang menyebabkan gaya motif batik Madura semakin konsrvatif. Hal ini disebabkan karena keadaan alam Madura yang sangat keras sehingga batik Madura mempunyai greget yang lebih filosofis.
Motif Batik Madura
Gambar

PENUTUP
        Maraknya produk batik di pasar dunia, namun batik Indonesia masih mempunyai kekutan untuk bersaing dengan produk batik dari Negara-negara lain. Hal ini karena batik dari Indonesia mempunyai motif yang sangat beragam. Seluruh dunia mengenal batik  menjadi suatu karya cipta suatu bangsa dan di pakai di berbagai kesempatan  bahkan di gunakan sebagai pakaian sehari-hari. Batik sekarang sudah memasyarakat sedangkan pada jaman kerajaan batik hanya di pakai oleh penguasa saja . sekarang ini batik sudah memasyarakat dari seorang presiden sampe petani sudah biasa menggunakan  batik sehingga batik kini di pakai oleh semua lapisan masyarakat
Pengrajin batik di Indonesia sangat masih memegang teguh warisan leluhur dalam membuat batik, walaupun sekarang di Indonesia sangat masih memegang teguh warisan leluhur dalam membuat batik, walaupun sekarang ini di dunia marak menggunakan teknologi batik print. Pengrajin batik tradisional masih tekun mengoreskancantingnyakeselembar kain.
Untuk menyikapi hal ini maka di perlukan kesadaran kita untuk mempertahankan , menghargai, dan mengembangkan keberadaan batik dan peran pemerintah tidak kalah pentingnya dalam melestarikan dan mengembangkan batik. Sehingga  tugas mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan batik adalah tugas semua pihak, tidak Cuma masyarakat  sosial. Selain itu, pemerintah serta para pengusaha  yang berkecimpung di dunia  dalam bidang tersebut  juga harus berperan aktif  dalam perkembangan batik. Campur tangan pemerintah di harapkan  dapat meningkatkan  kualitas batik  yang di hasilkan sehingga batik  Indonesia dapat menjadi  salah satu komoditas  ekspor yang dapat di andalkan.
Peran pemerintah dalam mengembangkan batik perlu di dukung oleh pihak-pihak lain, seperti pengusaha batik dan masyarakat. Pengusaha batik berperan serta  dengan cara memperbanyak relasi kerja dan menjalin kerjasama  dengan pihak-pihak yang sekitarnya dapat  membantu mengembangkan dan mempromosikan batik.  selain pihak-pihak di atas, masyarakat juga di harapkan mau memberikan kontribusi pada perkembangan batik dengan jalan mau memakai batik. Dengan demikian, permintaan batik akan meningkat dan tumbuh rasa kebanggaan dan memiliki batik pada bangsa Indonesia
Pemerintah harus peka melihat peluang tersebut. Cara yang paling efektif adalah dengan mangambil jalan sosialisasi batik sedini mungki pada generasi muda Indonesia. Apalagi dengan   adanya proses revolusi desain dari para perancang batik Indonesia . beberapa modelpun di ciptakan untuk menyesuaikan dengan kehidupan remaja  yang sangat dinamis.

Be Someone Who Seeks Comfort And Style