Friday, January 1, 2016

Kedung Sepingit a.k.a Black Canyon Petungkriyono Pekalongan




Memang Petungkriyono mempunyai potensi-potensi wisata yang menajubkan. Mulai dari Air Terjun yang indah sampai kolam alam yang sangat alami membuat mata kita tergoda. Dimana lokasi Black Canyon atau Kedung Sepingit Petungkriyono ini ?
Lokasi dari Kedung Sipingit ini berada di Desa Kayu Puring Kecamatan Petungkriyono. Seperti biasa sobat masuk dahulu ke kawasan Ekowisata Petungkriyono. Dari gapura selamat datang kira-kira 5KM akan sampai di wilayah Kayu Puring. Pada kanan jalan akan ada spanduk yang membentang di depan gang (jalan kecil) bertuliskan ” Selamat datang di RIVER TUBING bla bla bla”. Dengan ditemukan tanda tersebut silahkan sobat masuk jalan itu untuk menuju ke Basecamp Kedung Sipingit ini.
Setelah sampai di basecamp, sobat wajib membayar uang masuk sebesar 25.000 ( untuk sewa Pelampung, transport via Mobil pick up, dapat Teh, jajan dan beberapa guide ) atau 15.000 (hanya sewa pelampung termasuk guide tanpa mobil pick up alias harus pakai motor sendiri). Dari basecamp sobat dan rombongan akan ditemani oleh beberapa orang guide yang siap menjaga sobat.

Kenapa harus pakai beberapa guide ?
karena disana masih alam bebas yang masih asri,jadi sobat perlu guide untuk kesana dan juga jika dari atas (hulu) terjadi hujan, maka sewaktu-waktu kiriman air yang besar akan masuk ke Kedung ini. Jadi ini sangat berbahaya jika tidak ada guide disana.
Selain guide tersebut menjaga kenyaman dan keamanan sobat, mereka juga akan memberikan free dokumentasi berupa Foto-foto maupun video kepada pengunjung yang datang. Jadi ini akan menjadi perjalanan yang mengasyikan bukan ?
Tapi ingat ya sobat, JANGAN MENGOTORI SPOT WISATA INI, TETAP JAGA KELESTARIAN ALAM !!




Pekalongan Bangun Taman Nursery Horicultura



Kota Pekalongan kini telah mempunyai sebuah taman baru bernama Nursery Horicultura di bekas lahan kuburan Tionghoa di Kuripan Pekalongan Selatan.

Taman ini merupakan hadiah dari Kementerian Pekerjaan Umum pada daerah yang mempunyai perda P2KH atau Program Pengembangan Kota Hijau senilai 5 Milyar rupiah.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala DPU setempat, Marsudi Ismanto menjelaskan, bahwa setelah Taman Wilis dan Sorogenen Kota Pekalongan kembali mendapat bantuan taman tersebut.

Menurut Marsudi, Pemkot hanya menyediakan lahan dan perencanaan sedangkan proses pembangunan sepenuhnya merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Marsudi berharap, dengan adanya Nursery Horicultura maka selain bisa mensuplai kebutuhan tanaman nursery juga bisa digunakan untuk rekreasi karena nantinya di taman tersebut juga akan dibuka coffe shop.


Griya Batik Mas

Tuesday, December 29, 2015

Penjualan Batik di IBC Pekalongan Meningkat


hanya Pasar Grosir Setono yang ramai dikunjungi wisatawan selama masa liburan Natal. Kondisi Pusat Perbelanjaan Internasional Batik & Craft (IBC), juga mengalami hal serupa.
Hampir semua pendapatan duta batik (sebutan pemilik kios IBC) mengalami peningkatan luar biasa. “Omzet penjualan batik, pernah mencapai Rp3 juta perhari,” ucap Nurul, karyawan Batik Rayhan kepada Radar.
Nurul mengaku, umumnya para wisatawan membeli baju maupun kain untuk pribadi, dan untuk oleh-oleh guna diberikan kepada saudara maupun tetangganya. “Mulai harga premium sampai harga mahal. Mereka rela beli batik,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager Operasional IBC, Soni menambahkan, jumlah bus maupun mobil pribadi yang mampir ke pusat perbelanjaan batik terlengkap di Pekalongan itu meningkat tajam. “Jumlahnya ratusan, baik mobil pribadi maupun bus,” jawabnya.
Untuk memanjakan pengunjung, sambung Soni, pihaknya menyediakan MCK umum yang bersih, parkir paling luas, mushola yang representatif, serta menjual batik berkualitas.

Sunday, December 27, 2015

Liburan ke Pekalongan, Wajib Mampir ke Museum Batik



Menjelang Tahun Baru, banyak wisatawan yang traveling melewati Pekalongan di Jawa Tengah. Kalau kebetulan lewat, bisa mampir ke Museum Batik Pekalongan.
Dikenal sebagai salah satu kota penghasil batik, Pekalongan juga tidak kalah dengan Solo yang punya Museum Batik Danar Hadi atau Yogyakarta yang juga punya Museum Batik. Jika traveler lewat ke Jalan Jatayu No 3, di sana dapat dijumpai Museum Batik Pekalongan.
Pada hari Jumat pekan lalu (25/12/2015) detikTravel sempat berkunjung ke Museum Batik Pekalongan yang tidak kalah menarik dengan lainnya. Keberadaannya pun hadir untuk melestarikan dan mengenalkan batik yang merupakan salah satu budaya kebanggaan Indonesia.
Diresmikan pertama kali oleh mantan Presiden SBY pada 12 Juli 2006, Museum Batik Pekalongan yang menempati bangunan Belanda bekas balai kota itu tampak megah. Hal itu terlihat dari pintu dan jendela besar khas Belanda yang menyambut pengunjung di pintu masuk.
Memasuki museum, traveler pun diwajibkan untuk membayar tiket masuk terlebih dulu sebesar Rp 5 ribu di tempat administrasi. Tentu uang retribusi yang dibayarkan akan digunakan untuk perawatan dan keberlangsungan museum.
Tepat di sisi kanan pintu masuk, traveler juga dapat menjumpai papan yang berisi informasi tentang ruangan yang ada di dalam museum. Sayangnya pemandu museum sedang beristirahat saat detikTravel berkunjung. Tapi umumnya acara keliling museum dipandu oleh seorang tour guide.
Museum Batik Pekalongan terbagi menjadi tiga ruang pameran yang menyimpan koleksi batik, ruang perpustakaan, audio visual, kedai batik, hingga tempat pembuatan batik yang boleh diikuti oleh siapa saja.
Di ruang pameran, dapat dijumpai berbagai koleksi batik tua hingga modern. Tidak hanya batik yang berasal dari Pekalongan saja, namun juga dari berbagai daerah di nusantara seperti Sumatera hingga Papua.
Selain itu juga terdapat pajangan ragam kain yang dipakai untuk bahan batik, hingga aneka ragam alat dan pewarna alami hingga kimia. Lalu dijumpai juga informasi perihal batik hingga kain yang tentunya dapat menambah khazanah ilmu traveler tentang batik.
Setelah puas melihat koleksi batik, Anda juga bisa belajar membatik secara tradisional. Dengan menggunakan canting berisi malam, siapa pun boleh membatik di atas kain dengan motif bunga sederhana dan lainnya. Ada juga satu ruangan khusus yang tampaknya digunakan oleh para pekerja untuk membatik.
Kalau masih belum puas, pengunjung juga bisa melihat sejarah batik di ruang audio visual yang berada tidak jauh dari pintu masuk. Museum juga tampak asri dengan keberadaan taman hijau yang ada di tengah bangunan peninggalan Belanda tersebut.
Jadi daripada pusing kena macet di Pekalongan, sekalian saja traveler mampir ke Museum Batik Pekalongan. Sudah murah, Anda bisa mengenal dan belajar cara pembuatan batik. Dijamin seru dan sarat edukasi.

Griya Batik Mas
tokobatikmas.com

Friday, December 25, 2015

Shopping and Traveling in Pekalongan City of Batik



Kota Pekalongan terkenal dengan corak dan motif batik yang khas maka batik menjadi salah satu alternatif oleh-oleh batik Pekalongan untuk keluarga anda di rumah. Apakah anda tertarik untuk berkunjung ke Pekalongan, jika anda belum pernah ke Pekalongan maka tak ada salahnya anda mencoba berlibur di kota Pekalongan. Saya jamin ada kepuasan tersendiri ketika anda berkunjung ke tempat wisata di Pekalongan ini.


Sunday, December 20, 2015

60 Usaha Batik Difasilitasi IPAL Komunal



Sebanyak 60 unit usaha batik di Kelurahan Pringrejo akan difasilitasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.
Pembangunan IPAL Komunal, merupakan bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dengan tersambungnya unit usaha batik tersebut ke IPAL komunal diharapkan dapat mengurangi pencemaran sungai, akibat pembuangan limbah batik tanpa melalui proses pengolahan.
Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah, Bahan Berbahaya dan Beracun pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati Muntarsih menjelaskan, IPAL komunal sedang dibangun untuk mengatasi pencemaran akibat limbah produksi batik. Dijelaskan dia, kapasitas IPAL komunal yang dibangun di Kelurahan Pringrejo untuk 60 unit usaha batik.
Menurut Tuti, hingga saat ini sudah ada 29 pelaku usaha batik yang mendaftarkan usaha batiknya untuk tersambung dengan IPAL komunal. “Dengan adanya IPAL komunal ini nanti, beban pencemaran ke Sungai akan berkurang. Sehingga air Sungai Bremi nanti tidak akan berwarna-warni lagi,” terangnya saat meninjau pembangunan IPAL komunal di Kelurahan Pringrejo, Jumat (18/12). Pembangunan IPAL komunal industri kecil batik tersebut menelan anggaran sebesar Rp 705,914 juta.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekalongan Sutarno menjelaskan, BLH Kota Pekalongan berupaya memperbanyak pembangunan IPAL komunal guna mengatasi pencemaran akibat limbah produksi batik.
Setelah pembangunan IPAL komunal tersebut, BLH Kota Pekalongan berencana membangun satu unit IPAL komunal lagi di tepi Sungai Asem

Maria Harfanti Kenakan Batik Parang Rusak nan Seksi Elegan



Pesona kain dan motif batik ditebarkan oleh sang juara 3 Miss World 2015, Maria Harfanti, selama menjalani masa karantina Miss World di China, beberapa waktu lalu.
Rasa bangga Maria mengenakan motif batik terlihat jelas pada pilihan busananya selama menjalani karantina tersebut.
Pada salah satu foto akun Instagram pribadi, @mariaharfanti, dia tampak mengenakan blouse tanpa lengan dengan motif batik parang rusak berwarna coklat.
Dalam pemahaman filosofi batik, motif parang rusak memiliki arti sebuah lambang manusia yang internal melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan sehingga membuat seseorang menjadi lebih bijaksana dan memiliki watak mulia.
Padanan celana panjang putih terasa begitu tepat untuk menyelaraskan permainan warna coklat batik parang rusak pilihan Maria.
Uraian kalimat pada teks foto, Maria mencurahkan rasa bangganya pada wastra nusantara yang merupakan peninggalan sejarah dan budaya paling mendalam di Indonesia.
“Wherever I am, I Show my identity, culture, and pride as an Indonesian,” tulis Maria.
Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, memiliki arti bahwa Maria selalu memperlihatkan identitas budaya di mana pun dia berada karena rasa bangga menjadi seorang bangsa Indonesia.

Saturday, December 12, 2015

Museum Tekstil buka workshop membatik gratis



Pihak Museum Tekstil membuka workshop membatik gratis, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Tekstil yang resmi digelar hari ini hingga 14 Desember mendatang. 

Selain workshop, festival bertajuk "The Many Colors of Timor's" atau Puspa Warna Wastra Timor", itu juga memamerkan koleksi kain tenun Timor sebanyak 100 helai.  Ke-100 kain ini merupakan koleksi pada pencinta atau kolektor kain tenun di Jakarta, menurut siaran pers yang diterima ANTARA News, Kamis. 

Tak hanya itu, pihak museum juga menggelar pentas kesenian dan musik untuk menghibur para pengunjung. 

Saat pembukaan, ahli waris dari kolektor kain dan penulis buku tentang kain Indonesia, Nian S. Djoemana, menyerahkan koleksi kain lurik milik Nian sejumlah 126 koleksi. 

Kepala UP Museum Seni, Esti Utami, berharap melalui fesival ini masyarakat dapat terinspirasi dan termotivasi untuk berperan aktif  mengembangkan Museum Tekstil, dan terus bersinergi melestarikan budaya Wastra Indonesia.

Museum Tekstil dibuka setiap hari kecuali hari Senin dan libur nasional, mulai pukul 9.00 WIB hingga 15.00 WIB. Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp5.000 (dewasa) atau Rp3.000 (mahasiswa) atau Rp2.000 (pelajar) untuk sekali masuk.


Griya Batik Mas

Monday, November 30, 2015

Jepang kian sukai batik Indonesia



Batik Indonesia semakin diminati warga Jepang dari berbagai kalangan karena salah satunya sesuai dan mudah dipadupadankan dengan pakaian khas Jepang kimono dan yukata.
Kepala Seksi Festival, Seni dan Budaya Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Dody Prianto mengatakan beberapa masyarakat Jepang yang mengikuti workshop "Experience The Wonderful of Indonesia Through Batik Workshop" di ASEAN-Japan Centre, Tokyo, mengaku menyukai batik Indonesia.
"Mereka menyukai batik dan banyak yang ingin belajar membatik, antusiasme mereka untuk belajar batik sangat tinggi," kata Dody dalam siaran pers.
Dody ingin menjadikan batik sebagai salah satu instrumen promosi kekayaan budaya Indonesia di Jepang.
"Dengan begitu masyarakat Jepang akan banyak yang tertarik hingga berkunjung ke Indonesia untuk berwisata," .
Salah satu peserta workshop, Mizuki Murayama, mahasiswi Universitas Takushoku, mengaku terpesona pada batik.
"Batik seperti kimono di Jepang. Saya suka kimono, tapi saya juga suka batik," kata gadis yang sudah beberapa kali ke Indonesia dan sedang belajar Bahasa Indonesia itu.
Murayama mengaku memiliki tujuh sarung batik yang seluruhnya dibeli di Yogyakarta. Dia berharap batik dan kimono sama-sama diterima masyarakat internasional.
Sementara, Nabuko Sasaki, pensiunan dosen Bahasa Indonesia di beberapa universitas di Jepang mengaku selalu menggunakan batik saat mengajar di kelas.
"Itu sekaligus untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada murid-murid. Saya punya beberapa busana batik yang dibeli di Tanah Abang Jakarta, Malioboro Yogyakarta dan Batik Keris Semarang,".
Sasaki sangat senang mengikuti workshop batik, apalagi dia berkesempatan mencoba membuat batik sendiri.
"Ternyata sangat sulit. Pengrajin batik harus sabar dan perlu waktu lama untuk menciptakan sebuah karya,"


Griya Batik Mas

Wednesday, November 25, 2015

Mengintip Pembuatan Batik Belitung













Belitung punya batik dengan beragam motif khas, dari daun simpor hingga ikan cempedik. Turis yang ingin melihat cara pembuatannya pun bisa datang ke salah satu sanggar batik di Belitung Timur. Salah satu tempat produksi batik Belitung adalah Sangga Batik de Simpor. Lokasinya di Jl KA Bujang No 22, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Beberapa perempuan yang tergabung dalam PKK membuat batik bersama-sama di sanggar ini. Yang dibuat ada motif simpor, ikan cempedik, gelas kopi dan lain sebagainya. Wisatawan yang datang kemari pun bisa melihat proses pembuatan batik. Kain dibentangkan di atas meja dengan dilapisi bahan empuk. Kemudian ada perempuan yang memegang stempel besar dari tembaga, dicelupkan ke lilin cair dan dicap ke kain mori. Selain batik cap, ada pula batik tulis yang diproduksi Dalam satu hari, produksi batik bisa mencapai 25 potong. Tentunya dengan aneka warna dan motif. Harga kain batik produksi Belitung Timur ini dijual dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta. Selain melihat proses pembuatan dan membeli kain untuk oleh-oleh, wisatawan juga bisa belanja suvenir lain serta makanan dan minuman.


Griya Batik Mas


Sunday, November 15, 2015

Leica hadirkan koleksi eksklusif kamera batik parang

Griya Batik Mas

Leica Store Indonesia, distributor resmi Leica Camera, menghadirkan koleksi terbatas kamera bermotif batik parang sebanyak 45 unit khusus untuk Indonesia. 
"45 diambil dari tahun kemerdekaan Indonesia. Sejarah Leica di Indonesia panjang, seperti foto proklamasi Bung Karno yang diambil memakai Leica," kata Director Leica Store Jakarta Bernard Suwanto di Jakarta, Rabu.
Setiap kamera memiliki ukiran angka yang merupakan urutan dari seri eksklusif batik parang ini.
Hadirnya kamera bermotif Indonesia ini sekaligus merayakan satu tahun berdirinya Leica Store Indonesia, ujar Bernard.
Motif batik parang melambangkan gelombang laut yang tak pernah berhenti, seperti halnya mereka terus memperbaiki diri demi meningkatkan kepuasan pelanggan. 
Motif ini dihadirkan di badan kamera Leica D-Lux (Typ 109), kamera compact Leica yang disebut Bernard paling diminati. 
Kamera Leica D-Lux (Typ 109) Indonesia Special Edition LE45 dijual seharga Rp22 juta, sementara model serupa tanpa motif batik dijual senilai Rp18 juta.
Leica D-Lux (Typ 109) menawarkan berbagai fitur unggulan.
Lensa kamera ini adalah salah satu lensa tercepat dari seluruh seri kamera compact Leica. 
Range sensivitas hingga ISO 25600 berkat piksel yang besar. Kamera ini didukung lensa zoom 24-75 mm dalam format 35 mm yang bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan, potret, lanskap, arsitektur untuk makro maupun reportase.
Bentuk kamera ini mengusung gaya klasik Leica yang sederhana. Pengguna dapat mengganti modus otomatis dan manual secara mudah. Hasil foto dapat dilihat lewat monitor LCD berukuran tiga inci.
Komposisi ideal dan framing dari subjek dan adegan mudah ditemukan pada integrated electronic viewfinder dalam kamera beresolusi 2,8 megapiksel ini.
Tersedia pula modul Wi-Fi terpadu lengkap dengan remote control sehingga dapat dioperasikan melalui ponsel pintar atau tablet. 
Aplikasi Leica C Image Shuttle untuk fungsi ini dapat diunduh pada iOS dan Android. Modul NFC (near field communication) terintegrasi juga dapat menciptakan koneksi Wi-Fi dengan ponsel pintar yang mendukung fitur tersebut.
Untuk rekaman video, kamera bergaransi tiga tahun ini dapat menyimpan video 4K, format rekaman digital high-definition dengan empat kali resolusi full HD. Momen tertentu dari video juga dapat dipilih dan disimpan sebagai foto.
 

Be Someone Who Seeks Comfort And Style