Saturday, June 13, 2015

Batik Ini Paling Murah Rp1 Juta

tokobatikmas.com

Madura selama ini lebih dikenal dengan karapan sapi dan satenya. Namun, wilayah tersebut memiliki batik khas yang bernilai tinggi, yakni Batik Gentongan. Karena pembuatannya membutuhkan waktu lama, batik tulis ini paling murah dibanderol Rp1 juta.
Salah satu perajin yang masih memproduksi Batik Gentongan adalah Ida Rizal, pemilik Sila Batik dari Pamekasan Madura. Selama pameran berlangsung Ida tidak banyak membawa Batik Gentongan, karena harganya yang mahal.
Dia menuturkan, alasan Batik Gentongan memiliki harga yang cukup mahal karena proses pembuatannya yang tidak mudah dan juga warnanya yang tidak akan pernah pudar.
Untuk membuat satu lembar batik gentongan butuh waktu minimal satu tahun. Selama satu tahun proses pembuatan setiap hari dilakukan proses pencelupan warna. Setiap malam proses pewarnaan direndam dalam gentong yang berisi pewarna dari bahan alami, seperti ubi, akar daun, buah, dan lainnya. Kesokan harinya dibersihkan, lalu pada malam hari kembali dilakukan pencelupan.
“Jadi selama 365 hari dilakukan proses pencelupan dan pembersihan. Karena prosesnya yang begitu rumit dan lama, wajar jika harganya mahal,” terangnya dalam Pameran Gelar Inovasi UMKM, Koperasi dan PKBL Expo 2015 di Java Mal Semarang.
Selain batik Gentongan, batik lain yang memiliki harga cukup mahal adalah jenis Batik Kereta Kencana dan Tiga Bendra.
Mantan dosen komunikasi dan mantan direktur sebuah radio di Madura ini mengatakan, untuk menentukan keaslian dari Batik Gentongan tidak sulit karena dapat dilihat kasat mata.
Salah satunya adalah warna dan motifnya tembus. Artinya, satu lembar kain batik gentongan tidak bisa dibedakan antara belakang dan depannya. Berbeda dengan batik tulis lain, di mana warna untuk depan lebih cerah sementara untuk baliknya sedikit kusam. “Warnanya tembus, dan awet, karena warna benar-benar menyatu dengan serat kain terkecil,”.
Dia mengaku, selain memproduksi Batik Gentongan juga memproduksi batik dengan motif lain dengan harga yang bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp10 juta. “Tapi yang membedakan adalah, ciri khas sila batik, one desain for one cutomer, dijamin jika pakai sila batik, hanya untuk satu orang, dan digaransi, kalau ternyata ada yang sama maka akan diganti,”.
Saat ini, lanjut dia, Sila Batik telah memiliki lebih dari 300 perajin, dan setiap perajin mengerjakan desaian yang berbeda.
Untuk pemasarannya sendiri, saat ini tidak hanya di seluruh Indonesia, namun juga sudah merambah ke beberapa negara, di antaranya, Singapura, Malaysia, Dubai, Amerika, London dan Lebanon.
Ida Rizal pemilik Sila Batik, dari Pamekasan Madura menunjukkan Batik Gentongan khas Pamekasan dalam Pameran Gelar Inovasi UMKM, Koperasi & PKBL expo 2015 di Java Mal Semarang. 


No comments:

Post a Comment

Be Someone Who Seeks Comfort And Style