Tempat Wisata Belanja dan Edukasi Pelatihan Membatik (Showroom Batik, Workshop Batik dan Pendopo Pelatihan)
Monday, January 19, 2015
Kades Mahir Mendesain Motif Batik
Sunoto menjabat sebagai kepala desa di Desa Semut, Kecamatan Wonokerto yang kedua kalinya (dua periode), namun hobi membatiknya terus berlanjut, hingga membuahkan prestasi di beberapa ajang bergengsi dalam menciptakan karya desain batik.
Sunoto yang menggeluti usaha batik sejak remaja ini, mengaku dengan membatik, inspirasi yang dituangkan dalam guratan gambar dengan cairan malam diatas kain menjadikan kebanggan tersendiri, sehingga upaya kreatifitas terus digali dan selalu dituangkan dalam karyanya dalam menciptakan motif batik terbaru.
“Saya sering mengikuti lomba desain batik di Jogjakarta, Solo. Dan Alhamdulillah dalam ajang loba desain batik Kabupaten Pekalongan saya meraih juara tiga,”.
Dijelaskan, pria berambut cepak ini, menciptakan karya dalam ajang lomba yang diikuti oleh puluhan desainer batik di nusantara dengan karyanya “Batik Piring Pekalongan”, menggambarkan kisah sejarah Kabupaten Pekalongan dan banyak unsur batik yang tertuang dalam karyanya. Seni batik didalamnya mampu merebui hati dewan juri.
“Batik Piring Pekalongan banyak tercover unsur sejarah, seperti perjalanan Belanda, Portugis, Jepang yang tercakup dalam batik itu menjadi ide saya. Harapannya Pekalongan akan mempunyai motif batik sendiri, yang dapat dipatenkan menjadikan ciri khas batik milik Pekalongan,”
Di tengah maraknya batik printing, lanjtnya, upaya batik tulis menjadikan salah satu kekuatan yang jitu yang tidak mudah untuk ditiru agar pengusaha batik terus bertahan dengan kondisi tersebut, yakni dengan terus berinovasi menciptakan desain batik terbaru yang mempunyai nilai seni yang tinggi.
“Ibarat sniper atau penembak jitu kita harus tahu sasaran bidik yang dilakukan pasaran batik printing yang mudah ditiru, ketika motif tertentu tengah laris di pasaran. Sehingga ciri khas batik perlu terus digali dan dikembangkan di Pekalongan,” ungkap pria yang mengeluti bisnis batik sutra dari tahun 1992 ini yang pernah menjuarai beberapa lomba desain batik di beberapa kota.
http://tokobatikmas.com
Wednesday, January 14, 2015
Kuliner Pekalongan - Dari Sarapan sampai Makan Malam
Menu Sarapan
Untuk menu sarapan saya diajak ke Garang Asem H. Masduki
yang berada di Kompleks Travel kawasan Alun-Alun Pekalongan. Berbeda
dengan garang asem di kawasan Jogja, garang asem di Pekalongan ini lebih
mirip sop asam-asam. Potongan daging sapi dan telur pindang rebus dalam
kuah asam segar, dengan potongan tomat dan cabe rawit di dalamnya yang
memperkaya aroma kuah garang asem ini. Untuk nasi diberi tawaran apakah
akan mengunakan nasi putih biasa atau nasi megono. Nasi Megono ini
memang menjadi kuliner khas Pekalongan. Megono terbuat dari bahan dasar
nangka muda atau gori yang dicincang kasar dan dicampur dengan parutan
kelapa seperti urap. Sedikit rasa pedas dan kencur menyeruak dari megono
yang paling cocok disantap bersama nasi panas ini.Maksi (Makan Siang)
Untuk makan siang saya direkomendasikan untuk mencicipi kulinner khas Pekalongan lainnya yang juga cukup kondang: Soto Tauto. Pilihan jatuh pada Soto Tauto Pak H. Rochmani yang berlokasi di kawasan Pasar Sayun, hanya berjarak sekitar 100m dari Setasiun Pekalongan. Soto Tauto ini tidak jauh berbeda dengan soto lainnya di berbagai kota di Indonesia. Pembeda utamanya hanya satu: Tauco. Ya, tauto memang menggunakan tauco di dalm kuah sotonya, sehingga menciptakan cita rasa asam nan segar khas Tauco berpadu cantik dengan isi kuah sotonya yang terdiri dari potongan daging sapi, bihun dan bawang daun. Jangan lupa tambahkan sambal supaya makan siang kita semakin berkeringat...
Makan Malam
Untuk makan malam, saya diajak untuk menikmati warisan kuliner yang hampir punah di Pekalongan: Ayam Karang Minanci di RM Panderasa. Konon resep Ayam Karang Minanci ini merupakan resep
hasil asimilasi cita rasa yang dibawa oleh para pedagang Arab dan India
yang berpadu dengan budaya lokal. Ayam yang di"ungkep" dengan aneka
rempah-rempah dimasak dalam kuali dengan menggunakan berbahan bakar kayu
dan dimasak semalaman membuat Ayam yang disajikan sangat empuk dan
bumbu yang meresap sampai ke tulang. Ibu Martha, sang pewaris resep Ayam
Karang Minanci, masih turun langsung untuk memasak sajian ini. Buat
saya, menu ini juara banget dan wajib dikunjungi kalau berkunjung ke
Pekalongan.
Kopi Tahlil
Ada satu tradisi ngopi yang khas di Pekalongan dan saat ini terus dilestarikan: Kopi Tahlil Budaya Arab memang lekat dengan kota Pekalongan. Kopi Tahlil merupakan kopi yang awalnya dipakai untuk suguhan orang diacara tahlilan atau saat peringatan orang meninggal kalau orang Islam. Lambat laun kopi tahlil dijadikan ikon kuliner malam di kota Pekalongan. Kopi ini bukan sembarang kopi, terdapat beragam rempah-rempah yang diracik dan diseduh dalam kopi. Sebut saja: jahe, cengkeh, kayu manis, pandan, kapulaga, batang serai dan pala . Kalau mau Kopi susu, bisa juga ditambah susu kental manis. Rasanya memang aduhai, aroma kopi yang bercampur aneka rempah tersebut memang memberikan sensasi yang sulit dijumpai di tempat lain, dan katanya, kopi tahlil ini juga dapat meningkatkan vitalitas tubuh
http://tokobatikmas.com
Tuesday, January 13, 2015
Makanan Khas Pekalongan
Nasi Megono
Megono adalah irisan nangka muda dengan bumbu sambal kelapa. megono ini memiliki rasa gurih dan pedas, umumnya dihidangkan ketika masih panas dengan menu tambahan lalapan pete serta ikan goreng, biasanya makanan ini dibuat ketika sedang hajatan yang kemudian diberikan untuk oleh-oleh para tamu undangan. Kebiasaan ini telah dilakukan turun temurun dari zaman kuno. Nasi ini dibungkus dengan daun jati atau juga bisa dengan daun pisang, atau yang biasa di sebut juga Sego gori.
Tauto Pekalongan
Tauto merupakan makanan khas pekalongan sejenis Soto. Tetapi untuk tauto ini bumbunya ditambah dengan Taucho, Tauco sendiri merupakan penyedap semacam saus yang mempunyai aroma khas dan bahan pembuatnya dari kedelai yang di bacem. Seperti halnya dengan soto, Tauto juga dicampur dengan daging dan jeroan serta so’on, Tauto biasanya di gunakan pendamping nasi.
Iwak Panggang
Iwak panggang ini merupakan ikan laut yang diolah dengan proses pengasapan, dengan pemanggangan ikan tersebut akan berubah warna, rasa dan aroma. Harumnya ikan panggang ini sangat khas dan banyak di temui di pasar-pasar tradisional. dalam mengolah iwak panggang ini masarakat pekalongan biasanya ikan panggang ini diolah dengan disambal, dipecak, disayur dan digoreng.
Kluban Bothok
Kluban adalah urapan yang terdiri dari Kacang panjang, taoge, Kol, bayam atau kangkung dengan bumbu lombok trasi garam , dan tambah kencur dan di urap bersama parutan kelapa. Sedangkan Bothok ialah sayur Lodeh yang berisi Tahu dan Bonkrek dengan santen encer trus di guyurkan ke sepincuk (daun pisang yang di lipet dan di semat lidi untuk tempat Kluban ). dan di tambahkan sambel gula jawa.
Garang Asem
Garang asem ini sebenarnya Hampir sama dengan Pidang tetel, makanan ini juga berisi tetelan daging sapi tapi kuahnya diberi banyak tomat, sehngga menjadikan rasa asam namun segar. Garang asam umumnya dicampur dengantelor, jeroan maupun daging. dan rasa khasnya adalah pedas sehingga garang asam ini rasanya tambah maknyosnya.
http://tokobatikmas.com
Megono adalah irisan nangka muda dengan bumbu sambal kelapa. megono ini memiliki rasa gurih dan pedas, umumnya dihidangkan ketika masih panas dengan menu tambahan lalapan pete serta ikan goreng, biasanya makanan ini dibuat ketika sedang hajatan yang kemudian diberikan untuk oleh-oleh para tamu undangan. Kebiasaan ini telah dilakukan turun temurun dari zaman kuno. Nasi ini dibungkus dengan daun jati atau juga bisa dengan daun pisang, atau yang biasa di sebut juga Sego gori.
Tauto Pekalongan
Tauto merupakan makanan khas pekalongan sejenis Soto. Tetapi untuk tauto ini bumbunya ditambah dengan Taucho, Tauco sendiri merupakan penyedap semacam saus yang mempunyai aroma khas dan bahan pembuatnya dari kedelai yang di bacem. Seperti halnya dengan soto, Tauto juga dicampur dengan daging dan jeroan serta so’on, Tauto biasanya di gunakan pendamping nasi.
Iwak Panggang
Iwak panggang ini merupakan ikan laut yang diolah dengan proses pengasapan, dengan pemanggangan ikan tersebut akan berubah warna, rasa dan aroma. Harumnya ikan panggang ini sangat khas dan banyak di temui di pasar-pasar tradisional. dalam mengolah iwak panggang ini masarakat pekalongan biasanya ikan panggang ini diolah dengan disambal, dipecak, disayur dan digoreng.
Kluban Bothok
Kluban adalah urapan yang terdiri dari Kacang panjang, taoge, Kol, bayam atau kangkung dengan bumbu lombok trasi garam , dan tambah kencur dan di urap bersama parutan kelapa. Sedangkan Bothok ialah sayur Lodeh yang berisi Tahu dan Bonkrek dengan santen encer trus di guyurkan ke sepincuk (daun pisang yang di lipet dan di semat lidi untuk tempat Kluban ). dan di tambahkan sambel gula jawa.
Garang Asem
Garang asem ini sebenarnya Hampir sama dengan Pidang tetel, makanan ini juga berisi tetelan daging sapi tapi kuahnya diberi banyak tomat, sehngga menjadikan rasa asam namun segar. Garang asam umumnya dicampur dengantelor, jeroan maupun daging. dan rasa khasnya adalah pedas sehingga garang asam ini rasanya tambah maknyosnya.
http://tokobatikmas.com
Cara membedakan batik warna alami dan buatan
Kain bermotif batik yang menggunakan pewarna alami akan terlihat berbeda dengan yang menggunakan pewarna buatan. "Warna alam cenderung tidak terang, lebih lembut," kata Tatang Elmy Wibowo, perajin batik asal Yogyakarta saat ditemui di acara IKEA Water Conference & Forum 2015.
Menurut Tatang, sulit untuk membuat warna yang terang dengan bahan-bahan yang alami. "Kecuali warna biru, masih bisa dibuat dengan jelas.
Tatang membuat batik tulis dengan pewarna alami seperti kayu tegeran dan kayu nangka untuk warna kuning, merah agak coklat dari kulit pohon mahoni, biru dari daun indigo, kulit buah jelawe atau mahoni untuk cokelat, dan hijau dari daun mangga.
Ia ingin memadukan unsur tradisional dengan memakai pewarna alami terhadap motif abstrak yang ia ciptakan. "Kalau dengan pewarna alami warna lebih terbatas. Tantangannya bagaimana kita bisa menciptakan kombinasi warna,"
Cuci dengan sampo
Untuk merawat kain batik yang menggunakan pewarna alami, Tatang menyarankan untuk menggunakan lerak ketika mencucinya.
Bila tidak ada lerak dapat juga menggunakan sampo. "Detergen lebih keras, lebih aman pakai sampo,". Menurut dia, mengucek kain batik tidak akan merusak warna namun tetap harus memperhatikan material kain tersebut.
http://tokobatikmas.com
LOGO BARU KOTA PEKALONGAN
Kota Pekalongan tampaknya tidak pernah surut dalam melakukan kreativitas dan menginovasi kotanya. Ini terbuktidari berhasilnya Kota Pekalongan mengambil langkah strategis terkait lambang atau logo daerah, yaitu melakukan pengantian logo baru.
Pengantian logo yang telah disahkan melalui Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2014 tidak lain mempunyai filsofi lebih mengedepankan pendekatan pelayanan kepada masyarakat.
“Logo baru ini smart tidak kaku sebagaimana lambang kota sebelumnya,” ujjar Kadiskominfo DR Sri Budi Santoso MSi menanggapi pro kontra yang muncul terkait logo baru.
Diakuinya ,jika pengatian logo/lambang Kota itu sudah melalui meknisme yang ada, yaitu mulai kajian yang diteruskan dengan sayembara desain yang dilakukan secara terbuka yang selanjutnya dilakukan penyempurnaan dengan memperhatikan masukan dan pendapat dari dewan juri, pakar desain, tokoh pemerintahan serta tokoh masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Hingga muncul persetujuan bersamaantara DPRD Kota Pekalongan dan walikota Pekalongan yang berbentuk Perda yang ditetapkan sejak tanggal 30 Desember 2014. “Keberadaan Logo baru itu sudah final setelah terbitnya Perda,”.
Disinggung pengantian logo itu memboroskan anggaran, hal itu ditepis oleh Sri Budi Santoso. Menurutnya, untuk semua surat-menyurat kini Pemkot telah menggunakan paperless, sehingga cukup menganti tampilan logo lama di computer. Adapun mengenai bed untuk baju seragam PNS semuanya ditanggung oleh SKPD masing-masing. “Untuk setiap bed hanya Rp 4.000, ini relatif murah,”.
“Adanya logo baru itu diharapkan memberikan nuansa dinamis baik bagi masyarakat Kota Pekalongan maupun spirit baru jajaran PNS dalam menjalakan tugas secara professional dalam memberikan layanan kepada masyarakat luas,” tambah Kadiskominfo.
Desain Logo Daerah yang baru Kota Pekalongan berbentuk 5 (lima) bagian yang melingkar dengan warnadasar putih, yang terdiri atas gambar orang yang sedang mengangkat tangannya ke atas dengan warna coklat tua yang mencerminkan semangat, kesehatan, kecerdasan, keterampilan, dan keceriaan yang tercermin dari pola hidup yang penuh religiusita,
Gambar canting dengan warna oranye, melambangkan kreatifitas, kerja keras, konsisten dan terintegrasi antara satu dengan yang lainnya serta berkesinambungan.
Gambar air dengan warna coklat tua; melambangkan adaptif dalam mensikapi dinamika kehidupan yang bernuansa pada kondusifitas dan kenyamanan, serta penerapan hubungan humaniora yang egaliter dan tidak membedakan status.
Gambar ikan dengan warna coklat muda, melambangkan salah satu potensi sumber daya alam yang dimiliki untuk dikembangkan guna peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
Sedangkan gambar orang yang sedang bekerja dengan warna coklat tua dan oranye. Melambangkan semangat kerja masyarakat yang tinggi, berjuang tiada henti dalam menghadapi tantangan dan meraihcita-cita.
Sri Budi Santoso menegaskan, perjalanan pergantian logo baru ini juga tidak asal diganti tapi sudah melalui berbagai tahapan. Diantaranya dengan melakukan konsultasi ke instansi terkait. Seperti Kementrian Dalam Negeri.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, terang Sri Budi, diperoleh informasi bahwa perubahan lambang daerah dapat dilaksanakan dengan syarat tidak melanggar batasan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah. “Batasan itu antara lain memperhatikan pendapat tokoh masyarakat Kota Pekalongan melalui Penyelenggaraan Focus Group Discussion, dan itu sudah dilaksanakan pada pada tanggal 21 April 2013 dihadiri oleh tokoh lokal dan nasional, yaitu antara lain sastrawan angkatan 66, praktisi di bidang desain, praktisi media dan tokoh batik Pekalongan, serta tokoh lainnya yang pada umumnya mendukung perubahan lambang daerah melalui mekanisme sayembara,”.
Selain itu juga dilakukan pelibatan partisipasi masyarakat secara lebih luas melalui sayembara perubahan lambang daerah, sayembara diikuti oleh 380 karya, dan 323 karya diantaranya memenuhi syarat administratif dan kriteria awal. Selanjutnya dewan juri memilih 6 (enam) karya untuk diseminarkan pada tanggal 26 Agustus 2014 dihadapan juri yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu mewakili dari pakar desain, seniman, dan wakil pemerintah.
“Yang terakhir adalah tahap penyempurnaan, dimana sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Sayembara, hasil pemenang lomba dilakukan penghalusan dan penyempurnaan oleh Pemenang bersama Tim Juri dengan arahan dari pakar desain. Hasil penyempurnaan inilah yang kemudian ditetapkan sebagai logo baru Pemerintah Kota Pekalongan,”http://tokobatikmas.com
Monday, January 12, 2015
Berwisata dan Liburan di Pekalongan Kota Batik
Pusat Belanja Batik dan Oleh-oleh Khas Pekalongan
Salah
satu toko batik di Pekalongan yang asyik dan nyaman untuk dikunjungi adalah Griya
Batik MAS yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim Kampoeng Batik Kauman. Griya
Batik MAS menjadi alternatif tempat berbelanja baju batik, khususnya untuk
masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Dengan tempat toko yang nyaman, bersih,
full AC dan parkir yang luas memudahkan pengunjung dalam berbelanja.
Jika
Anda berkunjung ke Griya Batik MAS, yang akan pertama kali Anda temukan adalah
kenyamanan dan pelayanan yang ramah. Lahan Parkir yang luas dan tertib akan
membuat Anda merasa nyaman dan tenang saat masuk pusat perbelanjaan ini. Selain
itu, ketika Anda masuk melihat-lihat produk aneka macam batik yang ditawarkan
atau belanja, Anda akan merasa nyaman dan aman juga disini. Griya Batik MAS selain
sebagai pusat perbelanjaan baju batik juga menyediakan accecories/souvenir
batik seperti dompet batik, sepatu batik, tas batik, dan lain sebagainya.
Bagi Anda
yang ingin liburan di isi dengan pengalaman membuat Batik dan ingin
belanja batik, Silahkan berkunjung di tempat kami ya.Belanja Murah, Mudah, Lengkap, Hemat & Aman

Museum Batik Pekalongan terletak di Jalan Jetayu No.1 Pekalongan dan terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota. Museum Batik Pekalongan mempunyai koleksi batik yang cukup lengkap, mulai dari batik kuno jaman penjajahan Belanda dan Jepang sampai batik yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Museum Batik Pekalongan menempati sebuah gedung bekas balaikota yang mempunyai gaya art deco.
Belanja Murah, Mudah, Lengkap, Hemat & Aman
Curug Bajing terletak di Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Untuk menuju ke curug ini terbilang cukup mudah, apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi. Dari pusat Kota Pekalongan, Curug Bajing bisa dicapai dengan menempuh perjalanan kurang lebih selama 1,5 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang indah, mulai dari hijaunya hutan sampai dengan pemandangan sawah terasering seperti yang ada di Bali.
Wisata Pekalongan
Gunung Rogojembangan masih berada satu lokasi dengan Curug Bajing di Kecamatan Petungkriyono dan berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Banjarnegara. Untuk mencapai puncak Gunung Rogojembangan diperlukan waktu selama kurang lebih 3 jam. Selama perjalanan tersebut kita akan melewati pemandangan hutan yang masih hijau dan juga Curug Muncar yang berada di lereng Gunung Rogojembangan. Selain itu kita juga bisa menjumpai tumbuhan kantung semar dan anggrek putih.
Wisata Pekalongan
Sebenarnya Kebun Teh Pagilaran tidak terletak di wilayah Pekalongan, namun tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Pekalongan. Kebun Teh Pagilaran berada di Perbukitan Dieng dan masuk dalam wilayah Desa Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Sejuknya udara serta hamparan hijau tanaman teh sudah pasti akan menyegarkan pikiran kita. Kebun Teh Pagilaran berjarak sekitar 40 km dari pusat Kota Pekalongan.
Wisata Pekalongan
Yang menjadi andalan dari tempat wisata yang terletak di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan ini adalah buah durian. Di desa ini terdapat banyak sekali perkebunan durian yang bisa dinikmati pada saat musim durian. Buat para pencintanya, durian sudah seperti buah yang berasal dari surga. Walaupun punya bau yang cukup menyengat, durian tetap punya banyak penggemar. Selain itu di Desa Lolong juga terdapat wisata adventure seperti river tubing di Sungai Sengkarang.
Wisata Pekalongan
Pantai Pasir Kencana hanya berjarak sekitar 4 km dari pusat Kota Pekalongan. Pantai banyak didatangi warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berwisata, terutama wisata dengan keluarga karena di Pantai Pasir Kencana dibangun beberapa fasilitas permainan untuk anak-anak. Pantai Pasir Kencana paling ramai pada saat perayaan Syawalan atau satu minggu setelah lebaran Idul Fitri.
Wisata Pekalongan
Obyek wisata Linggo Asri dikenal sebagai “puncak” nya orang Pekalongan. Kawasan ini berada diketinggian sekitar 800 mdpl dan berada dijalur dari Kabupaten Pekalongan menuju Kabupaten Banjarnegara. Linggo Asri merupakan tempat untuk berwisata atau rekreasi, pendidikan, olahraga dan hiburan yang berada dalam satu tempat. Karena keindahan alam pedesaan yang masih alami yang bisa dinikmati, Linggo Asri sangat cocok untuk dijadikan tempat untuk berkemah.
Pekalongan ternyata punya banyak tempat wisata yang bagus kan? Jangan lupa ya kalau sedang berada di Pekalongan untuk singgah ke-7 tempat diatas.
Batik Pekalongan
Sunday, January 11, 2015
Menggali Wisata Kota Tua Pekalongan
Liburan
dan mudik lebaran, tidak afdol kalau tidak dibarengi dengan wisata di
daerah tujuan mudik. Lebaran tahun 2013 ini, juga saya manfaatkan untuk
menggali potensi terpendam dari Pekalongan, yang terkait dengan
keberadaan bangunan kuno (tua) bersejarah. Orang biasa menyebut sebagai
wisata heritage atau wisata kota tua. Kotaku tercinta, Pekalongan
ternyata menyimpan potensi maha dahsyat yang terkait dengan
keberadaannya yang sudah sangat tua renta itu.
Pekalongan sebagai kota perlintasan utama jalur Pantura, ternyata menyimpan kekayaan berupa ratusan bangunan cagar budaya (heritage)
yang layak untuk dikembangkan sebagai destinasi (tujuan) wisata baru.
Maklum keterbatasan jumlah destinsi wisata yang ada di kota batik ini,
semestinya memacu pemkot bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk
mencari alternative destinasi baru, diantaranya dengan mengembangkan
wisata kota tua dan heritage berbasiskan masyarakat setempat.
Kota
Pekalongan, sebagai jalur utama Pantura, tentunya sudah diperhitungkan
matang-matang oleh kolonialis Belanda. Itu terbukti dengan banyaknya
warisan bangunan bergaya Ardeko-indis di kota ini. WIsata heritage ini
diharapkan bisa melengkapi paket wisata yang sudah ada seperti wisata
bahari (pantai Pasir Kencana dan Pantai Slamaran Indah), wisata kuliner
(seperti makanan khas Sego Megono, Soto Tauto khas Pekalongan, Garang
Asem, Sate Pekalongan), wisata belanja (batik di sentra-sentra batik di
seantero kota serta oleh-oleh khas Pekalongan), serta wisaya budaya
(kesenian Sintren, upacaya Syawalan dengan lopis raksasanya.
tokobatikmas.com
Wednesday, January 7, 2015
Model Baju Batik Terbaru 2015
Baju batik sepertinya tidak akan ada habisnya bila kita bicarakan. Mengingat bahwa sangat khas sekali dengan ciri-ciri produk batik berasal dari lokal. Bahkan sampai sekarang pun perusahaan ternama oleh negeri ini juga tak habisnya mengeluarkan model batik sampai pada model baju batik terbaru 2015.
Motif yang indah dan berseragam tampil sangat indah dan menawan sehingga baju batik cocok untuk kegiatan non-formal maupun formal. Dari segi modelnya ada yang berjenis batik tulis, ada juga khusus batik pria atau wanita, kemudian batik couple, batik pesta, baju batik muslim, batik gamis dan masih banyak lagi. Anda bisa menemukannya banyak di pasaran maupun mall-mall yang berada di dekat rumah Anda. Bahkan bila Anda berada di desa sekalipun yang sulit untuk menjangkau daerah perkotaan dalam berbelanja model baju batik ini, maka telah dimudahkan dengan salah satu alternatifnya yaitu melalui toko online yang tersedia banyak di situs-situs terpercaya.
Menurut keistimewaan dari batik itu sendiri diantaranya warna yang motifnya cukup awet akan mampu bertahan lama sehingga tidak gampang rusak ketika dicuci, lalu bahan-bahan yang bagus dan berkualitas akan sangat mendukung dalam kegiatan Anda agar tidak terasa panas ataupun gerah saat memakainya dan pada pewarnaannya pun kebanyakan lebih praktis dan simple sehingga tampil begitu menarik dan banyak diminati oleh kalangan penggemar batik. Model baju batik terbaru 2015 ini terlihat mampu mengikuti perkembangan sampai tahun-tahun berikutnya. Hal itu didukung dengan adanya pengoptimalan dari segi konvesi sebuah perusahaan untuk memproduksi model baju batik yang tetap menjaga kualitas dan gaya yang modern.
Pesona Batik Belanda
Akulturasi kebudayaan terwujud dalam show pertama di hari kelima perhelatan akbar Jakarta Fashion Week (JFW) 2013. Batik Belanda kembali menemukan jalan menuju kekayaan dunia mode Indonesia melalui show “Revival of Batik Belanda” oleh Erasmus Huis. Pusat Kebudayaan Belanda yang untuk pertama kalinya turut serta dalam JFW ini menggandeng 3 desainer muda Indonesia lulusan Lomba Perancang Mode 2011 pada 7 November 2012.
Iwan Amir membuka show dengan koleksi "Afternoon'I" yang terinspirasi dari keanggunan noni Belanda dalam balutan batik di kehangatan sore hari. Dalam 12 busana bermotif flora, Iwan menghadirkan koleksi yang didominasi warna khaki, peach, biru, hijau, dan oranye. Garis rancangan yang sederhana dan kasual menggambarkan karakter wanita modern yang bebas dan kuat, namun tetap membumi.
Berbeda dengan Iwan, Sischaet Detta tampil dengan rancangan yang lebih ‘keras’. Perpaduan batik dan kulit dengan dominasi warna emas menjadikan 12 busana rancangan Sischaet terlihat lebih modern, futuristik, dan glam. Terinspirasi masa kolonial, batik koleksi Sischaet memiliki motif yang sangat unik; berunsur prajurit dan peperangan.
Untuk sesi terakhir, Lulu Lutfi Labibi mencoba menggebrak tradisi. Batik Belanda yang biasanya tampil dengan warna cerah, kini dipadankan dengan warna hitam. Keunikan lainnya, Lulu menambahkan sentuhan kain lurik Yogyakarta dan tenun ikat pada total 24 busana yang ditampilkan. Hasilnya? Koleksi batik klasik, anggun, dan lebih gaya! (Dian Probowati/Tim Peliput Cita Cinta)
Sunday, January 4, 2015
Batik Juga Bisa Menyembuhkan Penyakit
Teknik pewarnaan pada batik, sekarang tidak melulu menggunakan bahan kimia, namun bisa menggunakan bahan yang berasal dari alam. Bahkan Politeknik Pusmanu Pekalongan telah lama mengembangkan teknik pewarnaan yang berasal dari bahan alami. “Kita tidak harus terpaku pada standarisasi pewarnaan seperti yang ada di Solo dan Jogja,” ungkap R. Husein Ediwinoto, selaku Dosen Teknik Pewarnaan di Politeknik Pusmanu Pekalongan kepada Radar.
Kampusnya, sambung Husein, sudah lama mengembangkan suatu standarisasi pewarnaan tekstil dari bahan alami. Sehingga kedepannya teknik pewarnaan batik juga mempunyai standarisasi tersendiri.
Menurutnya, warna alam juga bisa disebut sebagai batik herbal karena dibuat dari tanaman-tanaman yang mengandung obat. “Jadi bisa meminimalkan resiko karsinogen,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, zat karsinogen juga bisa terdapat di baju yang diproses secara kimia, dan kurang bersih pada saat proses finishingnya. selain itu juga bisa berasal dari penggunaan bahan-bahan yang salah. “Penggunaan Kostik soda sebenarnya sangat membantu dalam proses pewarnaan baik dalam industri tekstil maupun batik. Biasanya kalo cucinya tidak bersih, tidak hanya bajunya yang bolong, tapi kulit juga bisa bolong,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut ia menambahkan, jika menggunakan bahan pewarna alami baju akan terasa lebih sejuk. Bahkan juga dapat menyembuhkan penyakit karena berasal dari tanaman herbal tersebut. “Kalau ada yang sakit, panas dingin misalnya. bisa disembuhkan dengan cara diselimuti dengan baju yang mengandung herbal itu,” Katanya.
Kedepannya, ia melihat Pekalongan mempunyai potensi yang sangat besar dan banyak hal yang bisa dimanfaatkan. Pekalongan yang kondisi alamnya yang sudah lengkap, mulai dari daerah pegunungan hingga pesisir sangat cocok untuk digali dan dikembangkan.
Husein Ediwinoto mengaku sempat mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Tekstil (ITT) Bandung hingga 1976. Namun Drop out, dan mulai berkarir pada tahun 1978.
Dituturkannya pada saat kuliah, Ia tidak mempunyai minat khusus pada bidang tekstil. “Saat itu, karena salah satu saudara saya ada yang bekerja di ITT. Sedangkan orangtua menyuruh saya kuliah disana,” ujarnya.
Ia mengaku awalnya tidak mengetahui tentang dunia tekstil. Karena nalurinya yang suka tantangan dan mempelajari hal baru, akhirnya ia masuk ke jurusan tersebut.
Namun sekitar tahun 1976, Ia dan teman-temannya menuntut agar ITT diakui oleh Kemendikbud, karena selama ini masih berada di pihak swasta. Akhirnya, ia dan beberapa temannya memilih drop out dan tidak meneruskan kuliah.
Kembangkan Batik Karakter
Mendapat mandat langsung dari Dirjen Dikti No.363/E/T/2011, Universitas Pekalongan (Unikal) akhirnya membuka Fakultas Batik, Program Studi DIII Teknologi Batik. “Mulanya, ketika batik ditetapkan warisan budaya tak benda Indonesia oleh UNESCO. harus ada kesinambungan, agar ada generasi baru yang mempelajari batik. Sementara batik di Indonesia itu dipelajari secara turun temurun,” ujar Kaprodi DIII Teknologi Batik, Muhtadin ST.
UNESCO pun menyarankan harus ada lembaga khusus yang mempelajari batik secara keilmuan agar batik tidak terputus pada generasi tertentu. Sehingga Fakultas Batik Prodi Teknologi Batik ini merupakan satu-satunya Fakultas Batik yang mendapat mandat langsung dari Dirjen Dikti.
Diungkapkan Muhtadin, materi yang diajarkan oleh Prodi Teknologi batik ini mengarah kepada Batik budaya seperti yang diharapkan oleh UNESCO. Prodi ini mengajarkan batik dari segi keindahan. Ada dua sisi keindahan yang diajarkan yaitu keindahan visual dan filosofis. “Keindahan filosofisnya, sentuhan budaya batik yang lebih mendalam,”.
Sedangkan keindahan visual adalah keindahan yang ditangkap oleh mata, seperti desain fisik dan pewarnaan. selain itu diajarkan pula materi pendukung diantaranya marketing dan pengolahan limbah. “Batik budaya dengan berpegang teguh pada ramah lingkungan,”
Selain itu, ada tiga hal yang diajarkan pada prodi ini. Yaitu mahasiswa mempelajari batik secara teori, dari teori tersebut mahasiswa mempelajari formula optimalnya di Laboratorium. Terakhir adalah mengaplikasikan materi dalam bentuk kain batik. pengaplikasian materi tersebut dilakukan melalui workshop. Workshop dilakukan di ruangan Workshop Batik dan tidak boleh dibawa pulang. Terakhir adalah menampilkan hasil karya mahasiswa ke Showroom Batik.
Setiap akhir semester diadakan pameran batik hasil karya siswa. “Kita menargetkan, mahasiswa dalam satu semester itu harus keluar satu produk batik. Kita juga mengarahkan batik karakter diri
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Dalam masyarakat kraton jawa,membatik dianggap sebagai kegiatan pengabdian kepada raja. Batik Kraton Batik kraton adalah jenis ba...
-
Batik motif khas Biak, Papua hasil karya lima sanggar pengrajin batik akan diperkenalkan ke masyarakat pada 28 Oktober 2014. ...


























