Friday, June 13, 2014

Antropolog Serahkan Koleksi Batik Ke Museum Batik Pekalongan



Antropolog keturunan Kanada-Belanda, Sandra Niiesen berencana menyerahkan koleksi kain batiknya ke pengelola Museum Batik Nasional Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Koordinator Heritages Kota Pekalongan, Dirhamsyah di Pekalongan, Selasa, mengatakan, Sandra Niiesen yang telah meneliti kain Ulos (Batak tekstile) selama 35 tahun, dan menghasilkan karya buku "Legacy in Cloth-Batik Textiles of Indonesia" itu, berencana mengembalikan koleksi batik kunonya ke Musemum Batik Nusantara.

"Selain itu, Sandra Niiesen juga akan menggerakkan seseorang kolektor batik berasal dari Australia untuk "memulangkampungkan" koleksi batik kunonya kepada tempat asalnya, yaitu Pekalongan," katanya.

Menurut dia, Sandara Nissen merupakan keluarga dari pembatik Indo-Eropa (Belanda), Eliza Charlotte Niessen yang kemudian menjadi nyonya Eliza Van Zuylen.

Eliza Van Zuylen yang berkewarganegaraan Belanda ini, katanya, adalah salah satu maestro batik Indonesia yang pernah menetap di Pekalongan pada 1863-1947. "Sedangkan karya batik Eliza Van Zuylen yang terkenal dalam bentuk kain sarung ini, adalah "Panselen" (Van Zuylen, red)," katanya.

Ia mengatakan bahwa kerajinan batik Belanda mulai berkembang antara sekitar tahun 1840- 1940 dan pada umumnya batik Belanda berupa kain sarung yang hanya dibuat untuk orang Belanda dan  keturunan Belanda.

"Eliza Van Zuylen yang lahir pada 1863 di Fort De Kock (Bukit Tinggi), meninggal di Pekalongan pada 1947. Eliza Zuylen juga yang memopulerkan kain batik buket bunga atau buketan yang kini banyak ditiru dan bahkan dijiplak para pesaingnya di sepanjang pesisir Jawa," katanya.


Sumber : kompas.com

No comments:

Post a Comment

Be Someone Who Seeks Comfort And Style